PURBALINGGA – Jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan status WhatsApp milik seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Status yang menyebut “rakyat jelata kurang bersyukur” itu menuai kecaman dari netizen.
Unggahan tersebut berisi kalimat, “Peregangan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur,” disertai foto sejumlah pegawai berseragam. Tak lama, tangkapan layar status itu menyebar luas setelah diunggah ulang oleh akun media sosial lokal hingga menjadi viral.
Akibat polemik tersebut, pegawai berinisial DFA yang diketahui merupakan relawan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video klarifikasi.
“Saya atas nama DFA meminta maaf sebesar-besarnya kepada seluruh penerima manfaat MBG atas pernyataan saya yang menyebut rakyat jelata. Itu murni kesalahan saya dan saya siap menerima sanksi apapun,” ujarnya dalam video yang beredar.
Menindaklanjuti kejadian itu, Kepala SPPG Karangreja I, Nur Huda, turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan DFA.
“Saya selaku kepala SPPG Karangreja I meminta maaf atas perilaku relawan yang kurang etis. Yang bersangkutan sudah kami berhentikan,” kata Nur Huda.
Ia juga menjelaskan bahwa DFA merupakan relawan dari Yayasan Samingah yang bertugas di SPPG Karangreja.
Nur Huda menambahkan, ke depan pihaknya akan lebih selektif serta menekankan kepada seluruh relawan agar lebih bijak dalam bersikap, termasuk saat menggunakan media sosial.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya etika komunikasi, khususnya bagi petugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (PJ)











