SLEMAN – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman terus berupaya meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi yang terampil dan profesional.
Tujuanya, antara lain untuk mendorong pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan antara lain melalui Bidang Pendataan, Pembinaan, dan Pengawasan Bangunan (P3B) melaksanakan kegiatan pelatihan tenaga terampil konstruksi pada 2026. Hanya saja pelaksanaanya menyesuaikan pemberlakuan efesiensi anggaran.
Ketua Tim Pembinaan Jasa Konstruksi Bidang P3B DPUPKP Sleman, Fajar Waskito ST M Eng mengatakan, jadwal pelatihan akan dilakukan di sejumlah kalurahan, yaitu Mororejo, Donoharjo, Sendangmulyo, dan Wukirharjo. Mulai bulan Mei hingga Oktober.
“Untuk pelatihan konstruksi SPAM akan dilakukan dua kali, yaitu di Mororejo dan Sumberrahayu,”ujar Fajar, Selasa (14/4/2026).
Diungkapkan, dengan pemangkasan anggaran pada tahun ini pelatihan akan dilaksanakan sebanyak 7 angkatan, masing-masing berjumlah 30 peserta, dengan anggaran senilai Rp 1,3 juta per peserta per kegiatan.
“Total peserta tahun ini ada 210 tukang, sebelum adanya efesiensi anggaran, rata-rata peserta sebanyak 330 orang,” jelasnya.
Syarat untuk mengikuti pelatihan, peserta harus ber KTP Kabupaten Sleman, untuk jenjang tukang minimal berijazah Sekolah Dasar (SD). Pelaksanaan selama 2 hari dengan menggandeng Asesor Lembaga Sertifikasi Konstruksi, pada hari pertama akan disampaikan pembekalan materi terkait konstruksi dan di hari ke-2 dilakukan praktek dan sertifikasi.
“Nanti para peserta akan mendapatkan fasilitas antara lain, APD, konsumsi, modul, uang transport, materi narasumber dan sertifikat,” jelasnya.
Menurut Fajar, program pelatihan bersertifikasi ini telah digulirkan sejak 2016 dan pada tahun 2028 ditargetkan rancangan ini dapat dirasakan menyeluruh di Kabupaten Sleman.
“Capaian pelatihan dan sertifikasi hingga 2026 sebanyak 75 persen , tahun 2028 target selesai di seluruh wilayah Sleman, hingga 100 persen,” bebernya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas bangunan, menjamin hasil konstruksi sesuai dengan perencanaan, aturan yang berlaku, dan bermutu tinggi untuk menghindari kegagalan struktur. Juga untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan, maka mutu pekerjaan konstruksi akan lebih baik karena para tukang telah tersertifikasi, serta dapat mendorong peningkatan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat,”tuturnya.
Untuk mengakomodir kebutuhan tenaga tukang yang tersertifikasi, pihaknya juga telah menciptakan sistem informasi melalui website limasan.id yang dapat diakses masyarakat.
“Melalui limasan.id masyarakat dapat mencari tukang (tersertifikasi) sesuai dengan wilayahnya,” pungkasnya. (Brd)











