KOTA MALANG – Semangat berbagi di bulan suci Ramadan ditunjukkan oleh para pemuda penyandang disabilitas di Kota Malang. Meski memiliki keterbatasan fisik, mereka tetap berinisiatif membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung di depan Museum Brawijaya, Jalan Ijen, Kecamatan Klojen, Selasa (10/3/2026). Dalam aksi tersebut, para relawan disabilitas berhasil menyalurkan sekitar 500 paket takjil gratis kepada pengguna jalan yang melintas.
Salah satu inisiator kegiatan, Rara, menjelaskan bahwa program berbagi takjil ini merupakan agenda rutin yang mereka selenggarakan setiap tahun selama bulan Ramadan.
“Alhamdulillah kegiatan ini merupakan inisiatif dari kami para penyandang disabilitas Kota Malang yang ingin berbagi dengan masyarakat. Awalnya kami mengumpulkan dana pribadi, kemudian membuka kesempatan bagi siapa pun yang ingin berdonasi atau berkontribusi,” ujarnya.
Menurut Rara, kegiatan tahun ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga para donatur yang peduli terhadap kegiatan sosial komunitas disabilitas.
Beberapa pihak yang turut memberikan dukungan di antaranya Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Kombes Pol Budi Hermanto yang dikenal sebagai “Bapak Disabilitas Malang Raya”, pengusaha Gilang J99, Notaris Dimitri, serta sejumlah donatur lain, termasuk mantan pejabat utama Polresta Malang Kota.
“Kami sangat bersyukur karena tahun ini donasi yang kami terima cukup besar. Semua bantuan tersebut langsung kami realisasikan dengan membagikan 500 paket takjil kepada masyarakat serta memberikan bingkisan kepada beberapa panti asuhan,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Fany, penyandang disabilitas daksa yang juga menjadi penggagas kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan sosial ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak.
“Harapan kami kegiatan ini bisa terus berjalan setiap tahun. Kami ingin menunjukkan bahwa penyandang disabilitas juga mampu melakukan kegiatan sosial seperti yang dilakukan orang lain,” kata Fany.
Selain dukungan dana, kegiatan ini juga mendapat bantuan tenaga dari para relawan dan rekan-rekan komunitas yang terlibat dalam proses persiapan hingga pembagian takjil.
Rara menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mereka untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inklusif di masyarakat.
“Kami juga berterima kasih kepada teman-teman yang telah membantu, mulai dari proses menyiapkan takjil hingga pembagiannya. Bagi kami, ini juga menjadi cara untuk menularkan semangat kebersamaan dan mewujudkan lingkungan yang inklusif,” tutupnya.











