SIDOARJO – Suasana ceria mewarnai RSUD Notopuro Sidoarjo saat ratusan anak mengikuti kegiatan Hospital Tour bertajuk “Serunya Belajar Kesehatan, Jelajah Rumah Sakit” dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Sabtu (11/7/2026).
Sebanyak 100 peserta diajak mengenal dunia kesehatan secara langsung melalui konsep belajar sambil bermain. Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan profesi tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan rumah sakit, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak usia dini.
Acara yang berlangsung di Ruang Bale Bumi Majapahit tersebut dibuka oleh Plt Direktur RSUD Notopuro, dr. Prima Dessy Kusuma Rachmawati, M.Kes, didampingi Kepala Bagian Perencanaan dan Pemasaran RSUD Notopuro, dr. Muhammad Atho’illah, MM, bersama jajaran manajemen rumah sakit.
Dalam sambutannya, dr. Prima menegaskan bahwa Hospital Tour merupakan bagian dari komitmen RSUD Notopuro dalam mewujudkan rumah sakit yang ramah anak sekaligus meningkatkan literasi kesehatan di kalangan generasi muda.
“Kami ingin anak-anak mengenal rumah sakit bukan hanya sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai tempat belajar. Mereka dapat mengenal berbagai profesi tenaga kesehatan dan layanan rumah sakit sehingga tidak lagi takut datang ke rumah sakit serta semakin peduli terhadap kesehatannya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah sesi edukatif dari para tenaga kesehatan. Edukasi kesehatan gigi disampaikan oleh dr. Barnabas Errido, Sp.KGA, yang mengajak peserta memahami pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini.
Sementara itu, materi mengenai kesehatan mental dan tumbuh kembang anak dibawakan oleh Erick Kartika Sari, M.Si., Psikolog. Dalam sesi tersebut, anak-anak diajak membangun kebiasaan positif, menjaga kesehatan fisik maupun mental, serta berani menyampaikan perasaan kepada orang tua maupun tenaga kesehatan ketika menghadapi masalah.
Materi mengenai pentingnya gizi seimbang disampaikan oleh Puji Astutik, SKM, M.Kes, Kepala Instalasi Gizi RSUD Notopuro. Ia menjelaskan proses penyediaan makanan pasien yang dilakukan sesuai standar keamanan pangan rumah sakit, mulai dari pengolahan oleh tenaga yang kompeten hingga proses pencucian peralatan makan menggunakan dishwasher dan sterilisasi.
Menurut Puji, menu pasien disusun berdasarkan kondisi kesehatan, jenis penyakit, dan kebutuhan gizi masing-masing agar dapat menunjang proses penyembuhan secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga memperkenalkan salah satu produk unggulan Instalasi Gizi RSUD Notopuro berupa sari ikan gabus yang memiliki kandungan energi sekitar 437,55 kilokalori, protein 32,42 gram, karbohidrat 2,6 gram, serta kaya albumin yang bermanfaat membantu mempercepat penyembuhan luka, khususnya bagi pasien pascaoperasi.
“Melalui edukasi ini kami ingin anak-anak memahami bahwa kesehatan dan proses penyembuhan tidak hanya ditentukan oleh obat-obatan, tetapi juga dipengaruhi oleh asupan gizi yang tepat dan seimbang,” jelas Puji.
Ia menambahkan, produk sari ikan gabus tersebut juga menjadi salah satu layanan Catering Gizi RSUD Notopuro yang diperkenalkan kepada masyarakat melalui media sosial sebagai bagian dari edukasi gizi.
Usai menerima materi, para peserta mengikuti sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Beragam pertanyaan muncul, mulai dari profesi tenaga kesehatan, manfaat makanan bergizi, hingga fungsi berbagai alat medis yang ada di rumah sakit.
Keseruan berlanjut saat peserta diajak berkeliling mengunjungi sejumlah instalasi pelayanan, seperti Instalasi Gizi, Poli Gigi, hingga layanan Psikologi. Anak-anak berkesempatan melihat langsung berbagai fasilitas kesehatan, mengenal peralatan medis, menyaksikan demonstrasi penggunaan mikroskop, serta memahami proses pelayanan pasien di rumah sakit.
Dr. Prima berharap pengalaman tersebut dapat membangun persepsi positif anak terhadap rumah sakit sekaligus menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
“Hospital Tour bukan sekadar kunjungan ke rumah sakit, tetapi menjadi media edukasi yang menyenangkan. Kami berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan sekaligus menginspirasi anak-anak untuk mengenal lebih dekat dunia kesehatan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, RSUD Notopuro kembali menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada aspek kuratif, tetapi juga mengedepankan upaya promotif, preventif, dan edukatif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.











