SIDOARJO — Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) terus membutuhkan peran aktif berbagai pihak, termasuk lembaga keagamaan.
Dalam konteks itu, Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, H. Abdul Kholiq, melakukan audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan, Masduki, S.H., M.H., Jumat (30/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis memperkuat kolaborasi antara pesantren rehabilitasi dan pemerintah dalam menghadapi persoalan narkoba yang semakin kompleks dan berdampak luas terhadap kehidupan sosial, moral, serta masa depan generasi muda. Sebelumnya, Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi juga telah menjalin audiensi dengan BNNK Surabaya sebagai bagian dari komitmen membangun jejaring lintas wilayah.
Dalam audiensi itu, H. Abdul Kholiq menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak hanya menyangkut aspek hukum dan kesehatan, tetapi juga menyentuh dimensi sosial dan spiritual yang mendalam. Menurutnya, penyalahgunaan narkotika sering berakar pada krisis nilai, lemahnya ketahanan moral, serta rapuhnya lingkungan sosial.
“Pesantren memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam persoalan ini. Rehabilitasi bukan sekadar pemulihan medis, tetapi juga proses membangun kembali akhlak, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab sosial para penyintas,” ujar Abdul Kholiq.
Ia menjelaskan bahwa program rehabilitasi di Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi mengusung pendekatan holistik, memadukan aspek medis, sosial, dan spiritual. Penguatan keimanan, kedisiplinan ibadah, pembinaan akhlak, serta pembiasaan hidup sesuai norma agama dan sosial menjadi fondasi utama proses pemulihan.
Selain itu, pendampingan psikososial dan pembinaan kemandirian juga diberikan agar peserta rehabilitasi dapat kembali berfungsi secara sosial dan tidak mengulangi penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Kepala BNNK Pasuruan, Masduki, menyambut baik inisiatif audiensi tersebut. Ia menilai sinergi dengan lembaga keagamaan dan pesantren merupakan strategi penting karena persoalan narkoba tidak dapat ditangani hanya melalui pendekatan represif dan penegakan hukum semata.
“Kolaborasi lintas sektor akan memperkuat sistem rehabilitasi yang lebih humanis dan menyeluruh. Pendekatan spiritual memberikan penguatan mental dan moral, sehingga pemulihan tidak berhenti pada aspek fisik,” katanya.
Melalui pertemuan ini, Abdul Kholiq berharap kerja sama antara Yayasan Pondok Pesantren Al Kholiqi dan BNNK Pasuruan dapat terjalin secara berkelanjutan dalam mendukung pelaksanaan P4GN.
Sinergi tersebut diharapkan membangun ekosistem sosial yang lebih peduli, inklusif, dan berempati terhadap penyintas penyalahgunaan narkoba, sekaligus memperkuat pencegahan berbasis nilai kemanusiaan dan keagamaan.











