Nasional

Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh Bangsa

Redaksi
×

Presiden Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional kepada 10 Tokoh Bangsa

Sebarkan artikel ini

JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bangsa atas jasa dan pengabdian mereka kepada Indonesia.

Upacara penganugerahan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2024). Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyerahkan tanda gelar secara simbolis kepada para ahli waris penerima penghargaan.

Sebagai bentuk penghormatan, kepala negara juga menyerahkan plakat monumen Taman Makam Pahlawan dan map penghargaan yang dikemas dalam kotak kaca. Selama prosesi berlangsung, pembawa acara membacakan satu per satu jasa dan kontribusi besar para tokoh yang dianugerahi gelar kehormatan tertinggi tersebut.

Daftar Lengkap Penerima Gelar Pahlawan Nasional 2024

1. K.H. Abdurrahman Wahid (Jawa Timur)
Dikenal luas sebagai Gus Dur, ia merupakan tokoh bangsa yang memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, dan pluralisme. Kiprahnya dalam bidang politik dan pendidikan Islam menjadikannya simbol toleransi dan keadilan sosial di Indonesia.

2. Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto (Jawa Tengah)
Soeharto dikenal menonjol sejak masa awal kemerdekaan. Sebagai Wakil Komandan BKR Yogyakarta, ia memimpin pelucutan senjata pasukan Jepang pada tahun 1945. Pengabdiannya dalam bidang perjuangan dan pertahanan negara membuatnya dikenang sebagai salah satu figur penting dalam sejarah militer Indonesia.

3. Marsinah (Jawa Timur)
Aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan hak asasi manusia dan keadilan sosial. Lahir di Nganjuk dari keluarga petani sederhana, Marsinah dikenal karena keberaniannya memperjuangkan hak-hak pekerja serta moralitas di tengah tekanan rezim.

4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja (Jawa Barat)
Tokoh hukum dan politik yang dikenal lewat konsep negara kepulauan, gagasannya yang digunakan oleh Djuanda Kartawidjaja dalam Deklarasi Djuanda 1957. Konsep tersebut kemudian diakui dunia dan menjadi dasar hukum wilayah laut Indonesia.

Baca Juga:
Ratusan Abang Becak di Situbondo Terima Becak Listrik dari Presiden Prabowo

5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah (Sumatera Barat)
Ulama dan pendidik perempuan yang menjadi pelopor pendidikan Islam bagi perempuan di Indonesia. Semangatnya dalam membangun kesetaraan pendidikan menjadikannya tokoh penting dalam sejarah pendidikan nasional.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo (Jawa Tengah)
Perwira militer yang berperan besar selama perang kemerdekaan 1945–1949. Ia dikenal tegas, disiplin, dan berdedikasi tinggi terhadap pembinaan prajurit serta keamanan nasional.

7. Sultan Muhammad Salahuddin (Nusa Tenggara Barat)
Sultan Bima ini dikenal melalui kontribusinya dalam pendidikan dan diplomasi. Ia mendirikan berbagai lembaga pendidikan seperti Hollandsch Inlandsche School (HIS) di Rabah tahun 1921 dan sekolah-sekolah agama di berbagai daerah.

8. Syaikhona Muhammad Kholil (Jawa Timur)
Ulama kharismatik yang menempuh jalur pendidikan kultural dan spiritual. Dikenal sebagai guru para kiai besar di Indonesia, perannya dalam membentuk karakter bangsa melalui pesantren sangat berpengaruh dalam perkembangan Islam di Nusantara.

9. Tuan Rondahaim Saragih (Sumatera Utara)
Dikenal sebagai “Napoleon dari Batak”, ia memimpin pasukan Simalungun dalam perlawanan terhadap kolonial Belanda. Di bawah kepemimpinannya, rakyat berhasil memenangkan pertempuran penting di Dolok Merawan dan Dolok Sagala.

10. Zainal Abidin Syah (Maluku Utara)
Sultan Tidore ke-37 yang berperan besar dalam perjuangan politik dan diplomasi selama masa transisi kemerdekaan. Ia memimpin Kesultanan Tidore sejak tahun 1946 hingga wafat pada 1967, memperjuangkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia bagian timur.