Portal DIY

Sektor Mamin Jadi Ujung Tombak Ekonomi, Jogja Food & Beverage Expo 2026 Resmi Dibuka di JEC

Portal Indonesia
×

Sektor Mamin Jadi Ujung Tombak Ekonomi, Jogja Food & Beverage Expo 2026 Resmi Dibuka di JEC

Sebarkan artikel ini
Pembukaan Jogja Food & Beverage Expo 2026 Yogyakarta ditandai dengan pemotongan pita (Portal Indonesia/Bambang S)

​YOGYAKARTA – Industri makanan dan minuman (mamin) terus mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi S. Lukman, saat membuka gelaran Jogja Food & Beverage Expo 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Rabu (8/4/2026).

​Adhi mengungkapkan kontribusi industri mamin terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional telah mencapai lebih dari 7%, serta menyumbang 40,3% terhadap industri non-migas.

​Menururnya pertumbuhan sektor ini tahun lalu mencapai 6,38%, jauh di atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di angka 5,11%. “Ini menunjukkan industri mamin adalah ujung tombak pertumbuhan ekonomi, terutama di saat-saat kritis,” ujar Adhi.

​Tantangan Global

​Meski mencatatkan kinerja positif, Adhi mengingatkan adanya tantangan besar dari dampak geopolitik global, seperti konflik Iran-Israel yang berpengaruh pada komoditas kemasan plastik. Oleh karena itu, pameran yang digelar bersamaan dengan Jogja Printing Expo (JPE) 2026 ini diharapkan menjadi wadah mencari solusi atas ketergantungan bahan baku impor.

​”Kita ingin mendorong agar ketergantungan terhadap global semakin kecil. Kehadiran Asosiasi Printing Indonesia di sini sangat penting agar masalah kemasan dan plastik bisa didiskusikan untuk mencari solusi terbaik bagi industri kita,” tambahnya.

​Rangkaian Pameran

​CEO Krista Exhibitions, Daud Salim sebelumnya menjelaskan pameran di Yogyakarta ini merupakan pembuka dari rangkaian pameran tahunan Krista Exhibitions sepanjang 2026. Setelah Yogyakarta, pameran serupa akan berlanjut ke Surabaya dan Bali, sebelum mencapai puncaknya pada 4–7 November 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Banten.

​Untuk edisi Yogyakarta kali ini, lanjutnya,  pameran diikuti oleh 120 peserta. “Kami menargetkan sekitar 12.000 pengunjung hingga Sabtu mendatang. Luar biasanya, per hari ini sudah ada 13.000 calon pengunjung yang melakukan registrasi secara daring,” ungkap Daud.

Baca Juga:
Bocah yang Tenggelam di Muara Sungai Serang Ditemukan Meninggal

​Kompetisi Kuliner

​Selain pameran produk, ajang ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kompetisi untuk mendorong kualitas sumber daya manusia di sektor kuliner, di antaranya​Bakat Bogan Challenge: Kompetisi kreasi mie kodok, nasi goreng, dan jajanan pasar tradisional bersama ACP dan Indonesia Pastry Bakery Society. Juga ada ​Indonesia Coffee Art Battle: Kompetisi keahlian barista. Serta ​Kelas Teh: Edukasi bersama Dewan Teh Indonesia yang dipandu oleh Ny Iryana.

​Pihak penyelenggara menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta atas dukungannya. Diharapkan, sinergi antara industri mamin, hospitality, dan packaging ini dapat berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal di Yogyakarta (bams)