PURWOKERTO – Universitas Terbuka (UT) Purwokerto menggelar Seminar Wisuda Daerah sebagai rangkaian perayaan kelulusan para mahasiswa di Aula Lantai 4 UT Purwokerto, Senin (5/10/2026).
Mengusung tema “Peran Generasi Muda Akademis dalam Menggerakkan Inovasi Daerah dan Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan”, kegiatan ini menegaskan komitmen UT dalam mencetak lulusan yang berdaya saing dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si., M.Si., menekankan bahwa momentum wisuda harus dimaknai sebagai titik awal pengabdian.
Pendidikan tinggi, menurutnya, wajib memiliki keterhubungan erat dengan dinamika dan persoalan nyata di lapangan.
“Akses pendidikan bukanlah tujuan akhir. Akses harus melahirkan kompetensi, kompetensi melahirkan kepercayaan diri, dan keberanian untuk berkarya yang menghasilkan dampak bagi masyarakat,” ujar Prasetyarti saat membuka seminar secara resmi.
Ia menambahkan bahwa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), daerah sangat membutuhkan generasi muda yang tak sekadar adaptif, tetapi mampu tampil sebagai penggerak perubahan (agent of change).

Dua Perspektif Utama: Green Economy dan Pemberdayaan Potensi
Seminar wisuda ini menghadirkan dua narasumber dengan perspektif teoretis dan praktis yang saling melengkapi:
Prof. Dr. Icuk Rangga Bawono, S.H., S.E., M.Si.
Membawakan topik “Re-Think, Re-Use, Re-Grow: Arah Baru Inovasi Daerah dalam Perspektif Green Economy”. Prof. Icuk mengajak para peserta memikirkan kembali efisiensi sumber daya dan menumbuhkan ekonomi daerah tanpa mengabaikan keberlanjutan lingkungan.
Najla Afiyah Hijrina Hadiyansah
Menyampaikan pemaparan bertajuk “Empowering Potential to Driving Innovation”. Najla menekankan pentingnya mengenali serta mengasah potensi diri generasi muda agar dapat dikonversi menjadi solusi inovatif, seperti pendampingan digitalisasi UMKM maupun penguatan ekonomi kreatif lokal.
Kolaborasi Strategis untuk Pembangunan Daerah
Guna mewujudkan ekosistem inovasi yang inklusif, UT Purwokerto meyakini perguruan tinggi tidak dapat berdiri sendiri.
Oleh karena itu, rangkaian seminar ini ditutup dengan penandatanganan dokumen kerja sama strategis antara UT Purwokerto bersama dua institusi mitra, yaitu:
1. PT Yu Zhong Consultant Investment
2. Stasiun Meteorologi Kelas II Tunggul Wulung BMKG
Langkah kolaboratif ini diharapkan dapat mempertemukan kepakaran akademik dengan kebutuhan dunia industri serta lembaga pemerintah, sehingga inovasi yang lahir benar-benar menjawab tantangan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Prasetyarti berpesan agar para alumni UT Purwokerto terus memelihara semangat belajar dan berani menciptakan peluang usaha baru di daerah masing-masing.
“Jadikan gelar akademik ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal kontribusi yang lebih luas. Bawalah pengetahuan keluar dari ruang akademik, hubungkan dengan kebutuhan masyarakat, lalu ubah menjadi karya yang memberi dampak,” pungkasnya. (trs)











