PONOROGO – Tim Gegana Polda Jawa Timur melakukan olah TKP pasca ledakan mercon yang terjadi di rumah Minten, Jalan Boh Gede, Dukuh Cuet RT 02/02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.
Tim ‘Walet Hitam’ ini melakukan penyisiran di rumah tersebut untuk memastikan memastikan tidak ada sisa bahan berbahaya. Penyisiran dilakukan selama kurang lebih 2 jam, mulai dari titik ledakan hingga belakang rumah.
Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Dian Vicky Sandhi mengaku telah mengungkap bahan peledak (handak) rakitan petasan (mercon) yang menyebabkan korban jiwa dan menghancurkan rumah tersebut.
“Terdapat unsur belerang, kemudian ada potas atau booster kelengkeng. Jenis yang dibuat dipastikan low explosif atau black powder. Itu yang kami temukan,” ujarnya, (2/3/2026).
Pihaknya menambahkan, dari kondisi di lokasi, sisa ledakan, serta kedalaman kawah yang mencapai sekitar 5 sentimeter, diperkirakan bahan peledak racikan tersebut memiliki berat sekitar 5 kilogram. Selongsong petasan dan booster kelengkeng dari lokasi juga telah diamankan.
“Penyebabnya ada percikan api dengan handak. Sumbernya dari mana masih kita selidiki menunggu hasil Labfor. Barang (handak) memang mudah untuk didapat oleh masyarakat,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, dentuman keras berasal dari ledakan mercon terdengar di rumah Minten, Jalan Boh Gede, Dukuh Cuet RT 02/02, Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman Kabupaten Ponorogo.
Akibat peristiwa ini, korban yakni Rifai Kurnia Putra (16) pelajar kelas 3 SMP yang merupakan putra dari Minten (pemilik rumah) meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Ahmad Fatoni (Toni) warga Desa Morosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, mengalami luka bakar hingga 80%. Serta Hindar Agusta warga Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, mengalami luka bakar 16%. (*)











