SITUBONDO – Dibukanya secara fungsional Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) pada libur Lebaran 2026 langsung menyedot perhatian masyarakat. Selain dimanfaatkan sebagai jalur alternatif pemudik, ruas tol ini juga menjadi destinasi baru bagi warga yang ingin merasakan pengalaman berkendara di jalan bebas hambatan terbaru di ujung timur Pulau Jawa.
Lonjakan aktivitas terlihat di Rest Area KM 888 A yang berada di Kecamatan Banyuglugur, Situbondo. Sejak dioperasikan, lokasi ini dipenuhi kendaraan yang keluar-masuk untuk beristirahat, Rabu (25/3/2026).
Pengunjung memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia, mulai dari pengisian bahan bakar, minimarket, hingga musala. Meski jumlah pengguna meningkat signifikan, fasilitas umum seperti toilet tetap terjaga kebersihan dan kelayakannya.
Tak hanya itu, pengelola juga menyiapkan layanan pendukung seperti ambulans untuk mengantisipasi kondisi darurat. Fasilitas ini disediakan guna membantu pengguna jalan yang membutuhkan penanganan medis atau harus dirujuk ke rumah sakit terdekat, terutama bagi pengendara yang mengalami kelelahan selama perjalanan.
Indra selaku penanggung jawab Rest Area KM 888 A mengungkapkan bahwa jumlah kendaraan yang singgah melampaui perkiraan awal masa uji coba.
“Rata-rata kunjungan mencapai 2.000 kendaraan per hari. Kami telah menyiapkan SPBU dengan kapasitas 3.000 liter, layanan kesehatan, musala, serta minimarket demi menunjang kenyamanan pengguna jalan,” jelasnya.
Menariknya, tidak semua pengunjung merupakan pemudik. Sejumlah warga justru datang khusus untuk mencoba jalur tol baru tersebut. Salah satunya pengunjung asal Porong, Sidoarjo, yang mengaku sengaja melintas karena penasaran.
“Kami memang tidak sedang mudik. Hanya ingin mencoba tol baru Prosiwangi dan melihat fasilitas rest area. Ternyata cukup nyaman dengan pemandangan yang menarik,” ujarnya.
Pengoperasian jalur fungsional Tol Prosiwangi diharapkan mampu mengurangi kepadatan di jalur Pantura Situbondo. Selain itu, keberadaannya juga memberikan alternatif perjalanan yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.











