PURWOKERTO – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banyumas menyiapkan lima langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting TPID yang digelar di Smartroom Graha Satria Purwokerto, Selasa, dihadiri Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama jajaran Forkopimda dan pemangku kepentingan terkait.
Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan stabilitas keamanan, pasokan pangan, serta pengendalian inflasi menjelang dan setelah Lebaran.
“Mengingat kondisi global yang tidak stabil, seluruh pemangku kepentingan perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat koordinasi,” katanya.
Ia menjelaskan lima langkah strategis yang disiapkan TPID meliputi pengawasan harga melalui pemantauan intensif di pasar, memastikan kelancaran distribusi pangan, intervensi pasar melalui program Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM), penguatan produksi melalui pengembangan klaster pangan, serta peningkatan sarana prasarana termasuk pengecekan armada angkutan umum untuk keselamatan pemudik.
Lintarti juga mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Banyumas Fatichuddin mengatakan Purwokerto mengalami inflasi secara bulanan (month to month) sebesar 0,78 persen pada Februari 2026 setelah pada bulan sebelumnya terjadi deflasi.
Ia menyebutkan lima komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar yakni daging ayam ras sebesar 0,14 persen, cabai rawit 0,13 persen, emas perhiasan 0,11 persen, bawang merah 0,07 persen, dan telur ayam ras 0,06 persen.
“Inflasi terutama dipicu meningkatnya permintaan saat libur bersama Tahun Baru Imlek dan awal Ramadhan, serta tingginya curah hujan yang memengaruhi produksi hortikultura,” katanya. (PY/trs)











