Portal Jabar

Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo, 1,5 Ton Kue Apem Disebar ke Warga

Portal Indonesia
×

Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo, 1,5 Ton Kue Apem Disebar ke Warga

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN — Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo kembali digelar secara meriah pada Jumat (24/7) sore. Kegiatan yang rutin diadakan tiap tahun oleh warga masyarakat Kalurahan Widodomarta, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman ini merupakan yang ke-59 dan pelaksanaanya dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

Upacara adat ini diadakan untuk mengenang serta mendoakan sosok Ki Ageng Wonolelo yang memiliki jasa besar bagi pembangunan spiritual maupun sosial masyarakat setempat. Tradisi tahunan ini juga merupakan wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan berkah, rezeki, dan keselamatan.

Salah satu prosesi yang paling dinanti dalam rangkaian acara ini adalah tradisi rebutan apem. Adapun kue apem yang disebar dan diperebutkan oleh warga yang hadir kurang lebih seberat 1,5 ton.

Ketua Trah Ki Ageng Wonolelo, Kawit Sudiyono, menerangkan bahwa Kue apem memiliki makna filosofis yang sangat mendalam. Kata ‘apem’ diserap dari bahasa Arab ‘afwun’, yang berarti memohon ampunan kepada Allah SWT.

“Tradisi sebar dan rebutan apem merupakan lambang agar kita senantiasa bersikap rendah hati (andhap asor). Menebar apem juga melambangkan penyebaran harapan, rasa kasih sayang, kerukunan, serta persaudaraan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Selain menyebar kue apem, pada kegiatan upacara adat ini juga diadakan Prosesi Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, dan pembacaan doa tahlil serta ziarah ke makam Ki Ageng Wonolelo.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman Harda Kiswaya mengaku bangga serta mengapresiasi kegiatan tradisi ini. Menurutnya kegiatan yang berlangsung di Kalurahan Widodomartani ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya adiluhung peninggalan para leluhur.

“Tradisi Saparan Wonolelo ini menjadi sarana kita untuk selalu ingat akan asal-usul dan sejarah, sekaligus mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh semangat gotong royong antarwarga,” ujar Bupati Sleman. (Brd)

Baca Juga:
Peringatan HUT ke-64 PWRI, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Masyarakat