Berita

Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Keras Lambannya Perbaikan di Pakuniran

×

Warga Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes Keras Lambannya Perbaikan di Pakuniran

Sebarkan artikel ini
Aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di Desa Gondosuli, sebagai bentuk protes terhadap lambannya penanganan infrastruktur.

PROBOLINGGO – Puncak kekecewaan warga terhadap kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Probolinggo akhirnya memicu aksi protes yang tidak biasa. Puluhan warga dan pengendara di Desa Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, nekat menanam pohon pisang di tengah jalan rusak parah, Minggu (5/4/2026).

Aksi ini menjadi simbol protes keras terhadap lambannya penanganan pemerintah daerah terhadap ruas jalan yang dinilai vital bagi aktivitas dan perekonomian warga.

Ruas jalan penghubung antar desa tersebut kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Permukaan jalan dipenuhi lubang dalam, berlumpur, dan tergenang air hujan hingga menyerupai aliran sungai kecil. Kondisi ini membuat jalan nyaris tidak layak dilalui.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, sejumlah titik kerusakan terlihat semakin parah dengan lubang besar yang tertutup genangan air, sehingga membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua.

Para pengendara terpaksa melaju sangat pelan dan bergantian saat melintas, yang berdampak pada tersendatnya arus lalu lintas. Tidak sedikit warga mengaku khawatir akan risiko kecelakaan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Aksi ini terpaksa kami lakukan karena sudah terlalu lama dibiarkan. Jalan ini sangat penting bagi kami, tapi kondisinya justru semakin parah,” ungkap salah satu warga di lokasi.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Probolinggo segera turun tangan secara serius. Mereka mendesak agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang dinilai tidak bertahan lama.

Selain itu, warga juga meminta Bupati Probolinggo segera menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk melakukan penanganan cepat sebelum menimbulkan korban.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait aksi protes dan kondisi jalan tersebut.

Baca Juga:
Dukung Ketahanan Energi Nasional, Kementerian ATR/BPN Siapkan Ratusan Ribu Hektare Lahan untuk Infrastruktur Energi