Portal Jateng

29 Pasangan Ikuti Banyumas Mantu 2026

Portal Indonesia
×

29 Pasangan Ikuti Banyumas Mantu 2026

Sebarkan artikel ini

 

PURWOKERTO — Pemerintah Kabupaten Banyumas kembali menghadirkan perpaduan antara kepedulian sosial dan penguatan ekonomi kreatif melalui gelaran Banyumas Wedding Expo dan Banyumas Mantu 2026.

Kegiatan yang menggabungkan pameran industri pernikahan dengan program nikah massal sosial tersebut resmi dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Banyumas Agus Nur Hadie di Rita Supermall Purwokerto, Jumat (4/9/2026).

Sebanyak 29 pasangan pengantin mengikuti rangkaian Banyumas Mantu 2026. Prosesi diawali dengan kirab dari Pendopo Si Panji menuju Rita Supermall Purwokerto, kemudian dilanjutkan dengan akad nikah yang turut disaksikan Sekda Banyumas.

Dalam sambutan Bupati Banyumas yang dibacakannya, Agus Nur Hadie menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, Banyumas Wedding Expo dan Banyumas Mantu bukan sekadar perayaan pernikahan, tetapi juga memiliki nilai sosial sekaligus potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat.

“Kegiatan ini menarik karena bukan hanya soal expo atau perayaan pernikahan. Di dalamnya ada nilai sosial, pemberdayaan ekonomi, dan upaya untuk membantu masyarakat mendapatkan kepastian dan legalitas dalam kehidupan berkeluarga,” ujarnya.

Dari 29 pasangan yang mengikuti program tersebut, 27 pasangan menjalani prosesi pernikahan, dengan rentang usia peserta mulai dari 21 hingga 63 tahun. Sementara dua pasangan lainnya mengikuti prosesi Isbat Nikah untuk memperoleh legalitas pernikahan berupa buku nikah resmi dari negara.

Agus menegaskan bahwa pencatatan pernikahan secara hukum negara memiliki arti penting, selain terpenuhinya syarat sah pernikahan secara agama. Kepemilikan buku nikah juga akan memberikan kemudahan bagi keluarga dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi, termasuk yang berkaitan dengan anak, pendidikan, kesehatan, serta hak-hak hukum lainnya.

Ia berharap program Banyumas Mantu dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat.

Baca Juga:
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2026, Banyumas Siap Amankan Arus Mudik

“Dengan adanya buku nikah, akan lebih mudah dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi keluarga, termasuk terkait anak, pendidikan, kesehatan, maupun hak-hak hukum lainnya. Untuk itu saya berharap kegiatan ini bisa terus dilakukan dan semakin banyak masyarakat yang dibantu,” tegasnya.

Wedding Expo Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

Selain membawa misi sosial, Banyumas Wedding Expo 2026 juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat ekosistem industri pernikahan dan ekonomi kreatif di Banyumas.

Agus mengatakan, industri wedding memiliki rantai usaha yang luas. Setiap penyelenggaraan pernikahan dapat menggerakkan berbagai pelaku usaha, mulai dari wedding organizer (WO), dekorasi, tata rias atau MUA, fotografi, katering, busana, souvenir, hiburan, jasa percetakan hingga UMKM pendukung lainnya.

“Ketika ada satu pernikahan, ada banyak pelaku usaha yang ikut bergerak. Melalui expo ini, menjadi ruang untuk mempertemukan para pelaku usaha wedding dengan masyarakat. Saya berharap para pelaku usaha pernikahan di Banyumas terus meningkatkan profesionalisme, semakin kreatif, dan mampu naik kelas untuk menggarap pasar Banyumas yang sangat besar,” katanya.

Menurutnya, potensi pasar tersebut perlu dimanfaatkan oleh para pelaku industri pernikahan dengan meningkatkan kreativitas, profesionalisme, serta kualitas layanan agar mampu berkembang dan memiliki daya saing.

Angkat Heritage Love Story dan Tata Rias Sira Ayu Banyumasan

Sementara itu, Ketua Panitia Banyumas Wedding Expo 2026, Rumaisa, mengatakan rangkaian kegiatan telah bergulir sejak Maret 2026. Selain menjadi wadah promosi industri pernikahan lokal, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kabupaten Banyumas.

“Hari ini kita sampai di puncak acara sebagai wadah promosi, pembangunan, dan ajang yang memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat Banyumas,” ujar Rumaisa.

Melalui program Banyumas Mantu, para peserta memperoleh sejumlah fasilitas dan manfaat, di antaranya kemudahan dokumen kependudukan terpadu dari Dindukcapil dan Kemenag, bantuan dari Baznas, tabungan emas dari Pegadaian, serta layanan rias gratis dari DPC HARPI Melati Banyumas bersama MUA lokal.

Baca Juga:
Sleman Kirim 479 Atlet ke POPDA DIY 2026

Mengusung tema “Heritage Love Story”, Banyumas Wedding Expo 2026 juga mengangkat kekayaan kearifan lokal yang berangkat dari kawasan adat Bonokeling, Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang.

Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk merumuskan dan memperkenalkan pakem tata rias pengantin khas daerah bernama Sira Ayu Banyumasan. Tata rias tersebut menampilkan ciri khas pais Capit Yuyu yang terinspirasi dari kisah pewayangan gagrag Banyumasan.

Melalui perpaduan program sosial, promosi industri kreatif, dan penguatan budaya lokal, Banyumas Wedding Expo dan Banyumas Mantu 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi pasangan pengantin, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha serta memperkenalkan kekayaan budaya Banyumas kepada masyarakat yang lebih luas.

Sekda Banyumas pun menyampaikan ucapan selamat menempuh hidup baru kepada seluruh pasangan pengantin dan berharap mereka mampu membangun rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, warahmah. (trs)