Portal Jateng

Jejaring Akademik Indonesia-Malaysia Menguat, UiTM Jajaki Kolaborasi dengan UT Purwokerto

Portal Indonesia
×

Jejaring Akademik Indonesia-Malaysia Menguat, UiTM Jajaki Kolaborasi dengan UT Purwokerto

Sebarkan artikel ini
Assoc. Prof. Dr Seca Gandaseca dari Universitas Teknologi MARA Malaysia didampingi Direktur UT Purwokerto, Dr. Prasetyarti Utami, S.Si.,M.Si., beri keterangan pers (Portal Indonesia/Tris'n)

PURWOKERTO  — Peluang penguatan jejaring akademik internasional terbuka di Universitas Terbuka (UT) Purwokerto. Kehadiran Assoc. Prof. Dr. Seca Gandaseca, akademisi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, menjadi momentum untuk menjajaki potensi kerja sama di bidang akademik dan penelitian.

Seca Gandaseca merupakan Associate Professor pada Faculty of Applied Sciences, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia). Ia juga tercatat sebagai Associate Fellow pada Institute for Biodiversity and Sustainable Development (IBSD) UiTM, dengan bidang keilmuan yang berkaitan dengan ekologi, biodiversitas, kehutanan, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Kunjungan Seca ke Purwokerto memiliki keterkaitan erat dengan jejaring akademik yang berkembang di kawasan tersebut. Selain UT Purwokerto, Seca menyebut dirinya telah berkunjung ke sejumlah perguruan tinggi di Purwokerto, termasuk Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Kehadiran akademisi asal Malaysia tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi untuk pengembangan kolaborasi lintas perguruan tinggi.

Terlebih, rekam jejak akademik Seca memiliki irisan dengan berbagai bidang penelitian yang berkembang di Indonesia, khususnya kehutanan, biodiversitas, ekosistem mangrove, kualitas lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam.

Sejumlah publikasi akademik juga memperlihatkan keterlibatan Seca dalam penelitian yang berkaitan dengan lingkungan dan ekosistem. Salah satunya mengkaji biodiversitas hutan mangrove di Lawas, Sarawak, sementara penelitian lainnya membahas kualitas sedimen mangrove dan berbagai aspek perubahan lingkungan.

Jejak kolaborasi dengan akademisi Indonesia turut memperkuat hubungan keilmuan tersebut. Pada 2025, nama Seca Gandaseca tercantum sebagai salah satu penulis dalam penelitian mengenai keragaman vegetasi mangrove di Pematang Kuala, Sumatera Utara.

Kesamaan bidang keilmuan tersebut menjadi salah satu peluang untuk mengembangkan kerja sama akademik yang lebih luas. Kolaborasi dapat diarahkan pada penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, kegiatan ilmiah, pengembangan kapasitas akademisi, hingga isu-isu lingkungan dan keberlanjutan yang menjadi perhatian bersama.

Baca Juga:
OSMB-KU UT Purwokerto Bekali 1.200 Mahasiswa Baru agar Adaptif dan Berdaya Saing

Dalam perjalanan akademiknya di Purwokerto, Seca juga memiliki hubungan dengan jejaring keilmuan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Pada 2 September 2026, Seca menyebut keberadaannya di Unsoed Purwokerto dan menyampaikan apresiasinya

Jejak tersebut menunjukkan adanya komunikasi dan jejaring akademik yang berkembang antara akademisi Malaysia dan perguruan tinggi di Purwokerto.

Namun demikian, peluang kerja sama dengan UT Purwokerto masih berada pada tahap penjajakan. Hal itu disampaikan langsung oleh Seca saat menghadiri rangkaian Dies Natalis ke-42 Universitas Terbuka di UT Purwokerto, Jumat (4/9/2026).

“Jadi saya sudah ke Purwokerto dua kali, ke UMP dan Unsoed. Mudah-mudahan ke depan kita ada kerja sama dengan UT Purwokerto,” katanya usai acara Dies Natalis ke-42 di Aula Lantai 4 UT Purwokerto, Jumat (4/9/2026).

Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif bagi terbukanya peluang kolaborasi antara UT Purwokerto dan akademisi dari UiTM Malaysia. Kerja sama yang nantinya terbangun dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing institusi.

Bagi UT Purwokerto, perluasan jejaring akademik internasional menjadi bagian penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi dalam pendidikan dan penelitian. Kolaborasi dengan akademisi maupun institusi luar negeri juga dapat membuka peluang pertukaran gagasan, pengalaman, dan pengetahuan yang lebih luas.

Dengan potensi tersebut, kunjungan Seca Gandaseca ke Purwokerto tidak hanya menjadi bagian dari aktivitas akademik, tetapi juga membuka ruang baru bagi terbentuknya jejaring dan kolaborasi lintas negara.

Apabila penjajakan tersebut berlanjut menjadi kerja sama konkret, bidang biodiversitas, kehutanan, lingkungan, ekosistem pesisir dan mangrove, serta pengelolaan sumber daya alam menjadi sejumlah bidang yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi akademik dan penelitian antara Indonesia dan Malaysia. (trs)