Portal DIY

Dispar DIY Pastikan Destinasi di Kawasan Rawan Longsor Aman Dikunjungi

Portal Indonesia
×

Dispar DIY Pastikan Destinasi di Kawasan Rawan Longsor Aman Dikunjungi

Sebarkan artikel ini
Gembira Loka sebagai salah satu daya tarik wisata favorit di Yogyakarta (Portal Indonesia/Bambang S)

YOGYAKARTA — Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan bahwa seluruh destinasi wisata yang berada di kawasan berpotensi rawan longsor tetap beroperasi dan aman dikunjungi selama momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Kepastian ini disampaikan menyusul berkembangnya informasi mengenai kerawanan tanah longsor di sejumlah destinasi wisata DIY.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (9/12/2025).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, terdapat tiga kawasan wisata yang berpotensi rawan longsor, yakni Perbukitan Menoreh, Pegunungan Sewu, serta Perbukitan Patuk–Imogiri. Di dalam kawasan tersebut terdapat sejumlah destinasi populer seperti Nglinggo–Tritis, Puncak Widosari, Suroloyo, Sendangsono, Embung Tonogoro, Desa Wisata Tinalah, Jatimulyo, Nglanggeran, Goa Pindul, Kalisuci, Air Terjun Srigethuk, Goa Jomblang, Wukirsari, Mangunan, Imogiri, HeHa Sky View, dan Bukit Bintang.

Imam menjelaskan bahwa sejak 2023, kejadian longsor di destinasi wisata hanya tercatat di area parkir Tebing Breksi. Selebihnya, kejadian longsor tidak terjadi langsung di titik destinasi dan tidak berdampak pada operasional wisata. Meski demikian, longsor di beberapa wilayah sempat mengganggu akses jalan menuju beberapa lokasi wisata.

Menurutnya kejadian tanah longsor adalah fenomena alam yang tidak dapat diprediksi secara pasti. “Karena itu, pemetaan kawasan rawan merupakan prosedur standar mitigasi yang selalu kami lakukan,” ujar Imam.

Ia menegaskan bahwa tidak ada penutupan destinasi wisata di kawasan berpotensi longsor. Operasional objek wisata tetap berjalan normal dengan pengawasan intensif dari Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota, BPBD DIY, Satpol PP, TNI/Polri, pengelola destinasi, serta masyarakat setempat.

Sejumlah langkah mitigasi juga telah dilakukan, antara lain koordinasi dengan pengelola destinasi dan desa wisata untuk memastikan kesiapan fasilitas keselamatan, pemasangan rambu peringatan, serta pengecekan peralatan keamanan. Pengawasan operasional dilakukan bersama perangkat daerah terkait, termasuk pemantauan cuaca secara real-time melalui CCTV dan informasi dari BMKG.

Baca Juga:
Sambut Libur Lebaran 2025, GL Zoo Hadirkan Zona Cakar III

Ia mengimbau masyarakat dan wisatawan tetap tenang dan melanjutkan rencana kunjungannya. “Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama, dan setiap potensi risiko akan kami tangani sesuai prosedur mitigasi yang berlaku,” kata Imam.

Ia menambahkan bahwa mitigasi dan penanganan bencana dilakukan secara terpadu melalui koordinasi intensif antarpihak untuk memastikan wisatawan dapat beraktivitas secara aman dan nyaman di seluruh destinasi DIY. (bams)