Portal Jateng

Pemuda Brebes Dirikan Institut Filsafat Politik Rakyat, Ini Tujuannya

Portal Indonesia
×

Pemuda Brebes Dirikan Institut Filsafat Politik Rakyat, Ini Tujuannya

Sebarkan artikel ini

 

BREBES – Sebuah gerakan intelektual baru lahir di Kabupaten Brebes. Seorang pemuda, Willy Roymond, mendirikan Institut Filsafat Politik Rakyat (IFPR) sebagai ruang kajian dan pendidikan politik bagi generasi muda yang ingin memahami realitas kekuasaan serta mengambil peran dalam membangun masa depan daerah.

Kehadiran institut ini dilatarbelakangi kegelisahan Willy terhadap pentingnya kesadaran intelektual di kalangan pemuda, terutama dalam menghadapi dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks.

“Brebes tidak akan maju hanya dengan pembangunan fisik. Kemajuan daerah ditentukan oleh kualitas pemikiran generasi mudanya. Saya tergugah untuk membangun ruang belajar dan kaderisasi, agar pemuda Brebes memiliki kesadaran, keberanian berpikir, dan kemampuan memahami realitas kekuasaan,” ujar Willy, Rabu (18/2/2026).

IFPR hadir sebagai forum independen yang fokus pada pendidikan filsafat politik, diskusi publik, dan kaderisasi intelektual. Forum ini terbuka bagi seluruh pemuda Brebes yang ingin mengembangkan pemahaman kritis dan rasional dalam melihat berbagai persoalan masyarakat.

Menurut Willy, generasi muda harus memiliki kesadaran intelektual agar tidak hanya menjadi objek dinamika kekuasaan, tetapi mampu menjadi subjek yang memahami, mengkritisi, dan berkontribusi dalam menentukan arah masa depan.

“Selama ini banyak pemuda yang memiliki potensi, tetapi tidak memiliki ruang untuk mengembangkan kesadaran berpikirnya. Institut ini hadir sebagai ruang bagi mereka yang ingin belajar, berdiskusi, dan menjadi generasi yang sadar serta berdaulat secara pemikiran,” jelasnya.

Ia menegaskan, IFPR tidak terafiliasi dengan kepentingan politik praktis tertentu. Lembaga ini berdiri sebagai ruang pendidikan independen yang bertujuan membangun kualitas intelektual generasi muda.

Kehadiran institut ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya komunitas intelektual baru di Brebes, sekaligus menjadi wadah kaderisasi pemuda yang memiliki integritas, kesadaran, dan tanggung jawab terhadap masa depan daerah.

Baca Juga:
Polda DIY dan UGM Sepakat Dirikan Pusat Studi Kepolisian

“Perubahan selalu dimulai dari kesadaran. Dan kesadaran lahir dari keberanian untuk berpikir,” pungkasnya. (*/Fauzi)