MAMUJU — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamuju menuai sorotan. Ketua Himpunan Pelajar Mahasiswa Kesehatan Sulawesi Barat, Muh. Ilham, secara terbuka menyampaikan kekecewaannya terhadap kualitas makanan yang diterima para siswa.
Menurutnya, paket makanan yang dibagikan jauh dari harapan. Ia menilai komposisi menu tidak mencerminkan standar gizi yang seharusnya menjadi ruh utama program tersebut.
“Saya sangat kecewa melihatnya dan sangat protes atas MBG yang dibagikan hanya tiga biji,” tegasnya.
Ilham menyoroti bahwa isi paket makanan yang diterima siswa hanya terdiri dari tiga item sederhana. Kondisi itu, kata dia, menimbulkan pertanyaan besar mengenai keseriusan pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak.
Selain komposisi menu, ia juga mengkritik peran Satuan Pelaksana Pelaksanaan Gizi (SPPG). Pihaknya menilai makanan yang dibagikan cenderung berupa produk kering, bukan makanan segar yang layak dikonsumsi untuk menunjang pertumbuhan dan kesehatan siswa.
“Hipermakes terdepan, saya kecewa kepada SPPG yang memberikan jenis makanan kering, apalagi dengan jumlah dana yang tidak transparan,” pungkasnya.
Ia menegaskan, aspek transparansi anggaran tidak boleh diabaikan. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci agar publik dapat mengawasi penggunaan dana sekaligus memastikan kualitas pangan yang diberikan sesuai standar.
Lebih jauh, Ilham mengingatkan bahwa program MBG memiliki tujuan strategis dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi muda. Karena itu, pengawasan mutu makanan dan akuntabilitas pengelolaan dana harus menjadi prioritas utama.
Pernyataan tersebut menambah tekanan publik terhadap evaluasi pelaksanaan MBG di Sulawesi Barat, khususnya di Mamuju. Harapannya, program yang dirancang untuk mendukung kesehatan anak-anak tidak melenceng dari tujuan awalnya.











