Portal DIY

Bedah Makna Puasa dari Empat Perspektif Agama

×

Bedah Makna Puasa dari Empat Perspektif Agama

Sebarkan artikel ini

 

​SLEMAN – Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta menggelar diskusi lintas iman bertajuk “Dialog Ruang Ketiga: Puasa dalam Perspektif Agama-Agama” di Masjid Walidah Dahlan, Kamis (26/2/2026). Acara ini bertujuan membedah makna spiritual puasa sekaligus mempererat toleransi di lingkungan kampus yang multikultural.

​Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber lintas keyakinan, yakni Moh. Ali Imron (Islam), Leonard Chrysostomos Epafras (Kristen), Ontran Sumantri Riyanto (Katolik), dan AKBP (Purn) I Nengah Lotama (Hindu). Diskusi ini diikuti dengan antusias oleh mahasiswa UNISA dari berbagai latar belakang agama.

​Wakil Rektor IV UNISA Yogyakarta, Moh. Ali Imron, menjelaskan bahwa dalam Islam, puasa Ramadan adalah kewajiban yang fleksibel. Islam memberikan keringanan bagi mereka yang sakit, lanjut usia, atau dalam perjalanan, serta menyediakan opsi fidyah.

​”Intinya ajaran Islam tidak memberatkan, melainkan memberikan kemudahan agar umat dapat beribadah sesuai kemampuannya,” ujar Ali.

Dari sudut pandang Hindu, I Nengah Lotama menekankan bahwa puasa adalah sarana pencarian jati diri dan introspeksi. Sementara itu, Leonard Chrysostomos Epafras menyebut puasa dalam Kristen lebih bersifat personal untuk membangun kedekatan dengan Tuhan tanpa aturan yang kaku.

​Di sisi lain, perwakilan Katolik, Ontran Sumantri Riyanto, menjelaskan adanya aturan terstruktur mengenai puasa dan pantang bagi umatnya untuk melatih disiplin diri serta kepedulian sosial.

​”Umat Katolik dianjurkan berpuasa pada usia 18 sampai 60 tahun, sedangkan pantang mulai usia 14 tahun. Tujuannya agar kita hidup lebih sederhana,” jelas Ontran.

​Meski tata caranya berbeda, dialog ini menyimpulkan bahwa puasa di semua agama memiliki benang merah yang sama: menahan diri, mengendalikan hawa nafsu, dan meningkatkan empati terhadap sesama.

​Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan buka puasa bersama, sebagai simbol harmoni dan kebersamaan di tengah keberagaman sivitas akademika UNISA Yogyakarta (bams)

Baca Juga:
Penumpang KA Daop 6 Yogyakarta Tembus 1 Juta Orang