SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan upacara peringatan Hari Jadi ke-110 di Lapangan Denggung Sleman, Sabtu (23/5) sore. Acara puncak peringatan ini dihadiri secara langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X yang sekaligus bertindak sebagai Panghageng Upacara.
Upacara peringatan Hari Jadi ke-110 yang dilaksanakan bernuansa Jawa ini, pelaksanaanya di awali prosesi napak tilas Bedhol Projo dari Pendopo Ambarukmo menuju Pendopo Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman dan dilanjutkan dengan prosesi kirab Pusaka Tombak Kyai Turunsih menuju Lapangan Denggung tempat diselenggarakanya upacara.
Bupati Kabupaten Sleman Harda Kiswaya beserta seluruh jajarannya, Ketua dan anggota DPRD Kabupaten Sleman, jajaran Forkopimda, serta para tamu undangan dan segenap warga Sleman turut menyaksikan seluruh rangkaian prosesi peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman tersebut.
Dalam sambutannya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa peringatan hari jadi ini hendaknya tidak berhenti sebagai seremonial penambahan usia semata. Momentum ini harus menjadi ajang mulat sarira—sebuah refleksi mendalam untuk melihat kembali apa yang telah dijalani, meneguhkan hal-hal yang perlu diperbaiki, serta melangkah bersama menuju Sleman yang lebih baik.
“Hari jadi ini harus menjadi sarana untuk mulat sarira: melihat kembali apa yang telah dijalani, meneguhkan apa yang harus diperbaiki, dan melangkah bersama menuju Sleman yang semakin ayom, ayem, sejahtera, lestari, dan bermartabat,” ujar Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Sultan juga menggarisbawahi pentingnya tema hari jadi tahun ini, yakni “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”. Tema tersebut membawa pesan mendalam bahwa membangun Sleman tidak cukup hanya dengan mengejar kemajuan lahiriah atau fisik semata, melainkan harus disertai dengan ketenteraman batin, welas asih, dan menjaga akar budaya lokal agar tidak hilang di tengah arus modernisasi.
Selain itu, Gubernur DIY mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Sleman untuk terus gumregah, gumregut, dan sengkud (bangkit, bergerak penuh semangat, dan bekerja keras) dalam berkarya demi kesejahteraan masyarakat Sleman, bangsa, dan negara.
Kegiatan upacara peringatan Hari Jadi ke-110 ini dimeriahkan pementasan tari kolosal yang diperankan oleh sejumlah seniman Kabupaten Sleman dan diakhiri dengan pelepasan burung Jalak Kebo oleh Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dan jajaran Forkopimda. (Brd)











