SIDOARJO – Dalam rangka mempersiapkan pengamanan selama bulan Ramadan hingga perayaan Idulfitri, Polresta Sidoarjo menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Semeru 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Serbaguna Polresta Sidoarjo, Rabu (11/3/2026).
Latpraops dipimpin oleh Wakapolresta Sidoarjo, Mohammad Zainur Rofik, dan diikuti oleh para pejabat utama serta seluruh Kapolsek di jajaran Polresta Sidoarjo.
Dalam arahannya, Wakapolresta menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif sekaligus menjamin kelancaran arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Operasi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujar Rofik.
Ia menegaskan bahwa kegiatan Latpraops menjadi tahapan penting dalam mempersiapkan pelaksanaan operasi. Melalui latihan ini, seluruh personel dapat memetakan potensi kerawanan yang mungkin muncul selama masa pengamanan.
Dengan pemetaan tersebut, aparat di lapangan diharapkan mampu mengambil langkah cepat dan tepat ketika menghadapi berbagai kemungkinan situasi.
Pengamanan dalam operasi ini akan difokuskan pada sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi tempat ibadah, jalur utama mudik dan balik, pusat perbelanjaan, objek wisata, serta kawasan permukiman yang ditinggalkan warga saat pulang kampung.
Selain itu, pengawasan juga diperkuat di berbagai fasilitas publik seperti terminal, stasiun, SPBU, hingga area perbankan. Titik-titik yang rawan kemacetan dan potensi tindak kriminalitas juga masuk dalam prioritas pengamanan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Seluruh potensi gangguan kamtibmas harus diantisipasi sejak dini melalui kesiapsiagaan personel di lapangan,” tegasnya.











