BANYUMAS – Pawai ogoh-ogoh menyemarakkan pelaksanaan Tawur Ageng Kesanga di Desa Klinting, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Rabu (18/3/2026). Kegiatan tersebut digelar umat Hindu sehari menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.
Arak-arakan ogoh-ogoh berlangsung meriah dengan melibatkan umat Hindu dari berbagai wilayah di Banyumas.
Prosesi diiringi gamelan serta doa bersama sebagai bagian dari ritual penyucian diri dan lingkungan.
Pawai dimulai dari Lapangan Desa Klinting menuju Pura Pedaleman Giri Kendeng yang menjadi pusat kegiatan.
Ketua PHDI Kabupaten Banyumas, Slamet Raharjo, menyampaikan bahwa tradisi tersebut tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki makna spiritual.
Menurut dia, ogoh-ogoh melambangkan sifat negatif manusia yang harus dikendalikan. Melalui rangkaian Tawur Ageng Kesanga, umat Hindu diharapkan mampu membersihkan diri secara lahir dan batin sebelum memasuki Hari Raya Nyepi.
Pelaksanaan Nyepi di Banyumas, lanjutnya, selama ini berjalan aman dan kondusif. Hal itu tidak terlepas dari tingginya toleransi antarumat beragama di masyarakat.
Dalam perayaan Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian selama 24 jam, meliputi amati geni, amati karya, amati lelungan, dan amati lelanguan.
Sementara itu, warga setempat dari berbagai latar belakang agama turut menjaga suasana tetap kondusif. Mereka menghormati umat Hindu yang menjalankan Nyepi dengan mengurangi aktivitas yang berpotensi menimbulkan keramaian. (trs)











