PURWOREJO — Sejumlah pengendara mengeluhkan operasional bus Trans Jateng rute Purworejo–Magelang yang dinilai kerap melaju dengan kecepatan tinggi dan membahayakan pengguna jalan lain.
Rudy (45), seorang sopir asal Desa Kaliwader, Purworejo, mengaku sering merasa waswas saat berkendara di jalur tersebut, terutama ketika berpapasan atau berada di belakang armada bus.
“Saya sering lihat sendiri di jalan, cara nyetirnya ngebut dan kadang mendadak. Ini sangat membahayakan pengendara lain,” ujar Rudy saat ditemui, Sabtu (11/4/2026).
Menurut dia, perilaku berkendara tersebut diduga berkaitan dengan sistem operasional yang menuntut sopir untuk mengejar waktu tempuh tertentu.
Rudy menduga para pengemudi terpaksa memacu kendaraan agar tidak tertinggal jadwal atau kehilangan penumpang di sepanjang rute.
“Saya juga bingung, apakah karena kejar waktu atau faktor lain. Kalau soal penumpang, sebenarnya tidak perlu rebutan karena sudah ada jalurnya masing-masing,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah maupun pengelola Trans Jateng dapat melakukan evaluasi, khususnya terkait pengaturan jadwal keberangkatan dan pengawasan di lapangan.
“Kalau memang soal waktu, harapannya bisa diatur lagi. Jangan sampai di jalan malah ngebut terus, itu berbahaya,” ucapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pengguna jalan lain. Mereka meminta adanya penegasan aturan serta peningkatan pengawasan agar keselamatan seluruh pengguna jalan tetap terjamin.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengelola Trans Jateng maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut. (Fzi)











