Portal Jakarta

Ketahanan Nasional Harus Terukur dan Menjadi Tekad Bersama

Portal Indonesia
×

Ketahanan Nasional Harus Terukur dan Menjadi Tekad Bersama

Sebarkan artikel ini

 

​TANGERANG – Dewan Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Alumni Lembaga Ketahanan Nasional (DPD IKAL Lemhannas) Provinsi Banten menegaskan penguatan Ketahanan Nasional (Tannas) harus menjadi langkah nyata dan terukur bagi seluruh alumni serta pengurus daerah di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks.

​Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD IKAL Lemhannas Banten, Mayjen TNI (Purn) Achmad Yuliarto, bersama Sekretaris AM Putut Prabantoro, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (18/4/2026). Pihaknya sampaikan optimisme tinggi terhadap kepengurusan baru DPP IKAL Lemhannas di bawah kepemimpinan Purnomo Yusgiantoro.

​”Kami mengucapkan selamat kepada Pak Purnomo Yusgiantoro yang terpilih secara aklamasi pekan lalu. Dengan jam terbang beliau, kami meyakini alumni dapat bergerak bersama mewujudkan ketahanan nasional yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Achmad Yuliarto.

​Tiga Langkah Strategis Tannas

​Yuliarto menjabarkan tiga hal mendasar untuk mewujudkan Tannas yang solid:

​Sinergi strategis: Mendorong kolaborasi antara DPP, DPD, DPA, dan pemerintah daerah (Provinsi hingga Kelurahan) melalui program yang sesuai dengan kondisi wilayah.

​Edukasi Wawasan Kebangsaan: Alumni IKAL Lemhannas diharapkan menjadi perpanjangan tangan Lemhannas RI sebagai Tenaga Profesional (Taprof), pengajar, dan pembicara guna memahamkan masyarakat akan ancaman di wilayahnya.

​Kaderisasi Kepemimpinan: Melibatkan alumni dalam peran strategis untuk mendidik generasi muda sebagai calon pemimpin bangsa dalam 20 tahun ke depan.

​Refleksi Geopolitik dan Perang Masa Depan

​Sementara itu, Sekretaris DPD IKAL Lemhannas Banten, AM Putut Prabantoro menyoroti realitas perang modern seperti konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, perang masa kini bukan lagi soal ideologi atau agama, melainkan perebutan ekonomi, energi, pangan, dan air.

Menurutnya pemerintah Indonesia harus berefleksi dari konflik tersebut. Karena  ketahanan nasional hanya bisa terwujud jika setiap wilayah memiliki ketahanan daerah yang mandiri, terutama di bidang energi, pangan, dan air.

Baca Juga:
Buntut Tragedi Siswa NTT, BEM Pesantren Se-Indonesia Desak Dialog Nasional Pendidikan

​Putut menambahkan, tantangan nyata bagi daerah seperti Provinsi Banten yang berada di jalur ALKI I adalah bagaimana memetakan ketahanan wilayah secara mandiri. Ia meyakini sosok Purnomo Yusgiantoro—yang memiliki rekam jejak sebagai mantan Menteri ESDM, Menteri Pertahanan, hingga Presiden OPEC—adalah figur yang tepat untuk menakhodai IKAL Lemhannas dalam menjawab tantangan global tersebut.

​”Banyak harapan ditumpangkan kepada Pak Purnomo untuk menjadikan ketahanan nasional sebagai ‘himne’ bersama seluruh alumni,” pungkasnya (bams)