JAKARTA – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggandeng Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) untuk memperkuat peran misionaris Indonesia sebagai duta bahasa Indonesia di berbagai negara.
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin, mengatakan para misionaris Indonesia yang kini berkarya di lebih dari 80 negara memiliki potensi besar dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional.
“Selain menjalankan misi keagamaan, para misionaris juga membawa misi budaya dan bahasa Indonesia,” ujar Hafidz saat menerima kunjungan Komisi Komsos KWI dan PWKI di Jakarta, Kamis (7/5)
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut atas penggunaan bahasa Indonesia oleh Vatikan News serta penandatanganan nota kesepahaman antara Komisi Komsos KWI dan Dikasteri Komunikasi Vatikan pada Maret 2026.
Badan Bahasa juga membuka peluang fasilitasi Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) bagi para misionaris untuk mendukung diplomasi budaya Indonesia di mancanegara.
Sekretaris Eksekutif Komisi Komsos KWI, Petrus Noegroho Agoeng, menyambut baik gagasan tersebut dan menilai para misionaris dapat menjadi jembatan pertukaran budaya dan bahasa di tengah masyarakat internasional. (*/bams)











