Portal DIY

Sleman Kekurangan Ribuan Sapi dan Domba Kurban, Butuh Tambahan dari Luar Daerah

Portal Indonesia
×

Sleman Kekurangan Ribuan Sapi dan Domba Kurban, Butuh Tambahan dari Luar Daerah

Sebarkan artikel ini

 

SLEMAN – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman tetancam stok hewan kurban, khususnya sapi dan domba. Untuk menutup kebutuhan, pasokan dari luar daerah hingga pasar tiban menjadi andalan.

Plt Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, Rofiq Andriyanto, mengungkapkan ketersediaan sapi di Sleman saat ini baru tersedia sekitar 3.800 ekor. Sementara kebutuhanya perlu tambahan sebanyak 5.000 hingga 6.000 ekor.

“Ketersediaan sapi belum mencukupi. Untuk memenuhi kebutuhan, kami mempersilakan pedagang mendatangkan hewan kurban dari luar daerah,” ujarnya saat memantau pemasaran hewan di Pasar Hewan Gamping, Selasa (5/5/2026).

Kondisi serupa terjadi pada domba. Stok yang tersedia hanya sekitar 8.000 ekor, sedangkan kebutuhanya diperkirakan mencapai 15.000 hingga 16.000 ekor. Sebaliknya, kambing justru mengalami surplus dengan ketersediaan 4.000–4.500 ekor, sementara kebutuhanya hanya berkisar 3.000–3.500 ekor.

Data Pemkab Sleman juga menunjukkan tren yang sama, dengan defisit sapi mencapai lebih dari 5.000 ekor dan domba hampir 8.000 ekor. Sementara kambing tercatat surplus sekitar 952 ekor.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menegaskan bahwa meski stok terbatas, kondisi masih relatif terkendali karena biasanya ada tambahan pasokan menjelang hari raya.

“Stok saat ini relatif aman, tapi permintaan biasanya melonjak. Kita juga mengandalkan pasokan dari luar daerah untuk memenuhi kebutuhan,” katanya.

Lonjakan permintaan turut berdampak pada harga. Di Pasar Hewan Ambarketawang, jumlah ternak yang masuk meningkat sekitar 10 persen, dengan kenaikan harga kambing dan domba sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor, serta sapi naik Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor.

Untuk mengantisipasi kekurangan, DP3 Sleman juga mengandalkan keberadaan pasar tiban yang biasanya muncul mendekati Idul Adha. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 300 titik penjualan.

Baca Juga:
Sektor Mamin Jadi Ujung Tombak Ekonomi, Jogja Food & Beverage Expo 2026 Resmi Dibuka di JEC

“Biasanya hewan kurban tidak semuanya masuk pasar utama, tapi langsung ke pasar tiban. Nanti akan kami data sekaligus kami pantau kesehatannya,” ujarnya

Untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan, kewaspadaan terhadap penyakit hewan seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) serta antraks terus ditingkatkan melalui vaksinasi dan pemeriksaan rutin.

“Pendatangan sapi dari luar ini yang harus terus kita pantau agar tidak membawa penyakit,” tambah Danang.

Pemkab Sleman juga menerjunkan 262 petugas untuk mengawasi distribusi hingga penyembelihan hewan kurban agar tetap memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). (Brd)