Portal Jakarta

Sembuh Total dari Syaraf Kejepit, Kisah Mukjizat di Balik Lagu “Bawa Daku ke Sion”

Portal Indonesia
×

Sembuh Total dari Syaraf Kejepit, Kisah Mukjizat di Balik Lagu “Bawa Daku ke Sion”

Sebarkan artikel ini

 

​JAKARTA — Sebuah kisah kesaksian rohani yang luar biasa datang dari dr. Fitri, seorang pensiunan dokter. Mengalami sakit luar biasa akibat syaraf terjepit di bagian paha hingga dijadwalkan menjalani operasi, ia mengaku mengalami kesembuhan total tanpa campur tangan pisau bedah.

Momen pemulihan tersebut diakuinya tidak lepas dari perpaduan terapi medis, kepasrahan iman, serta doa yang ia lantunkan terus-menerus melalui lagu rohani fenomenal “Bawa Daku ke Sion”.

​Lagu ciptakan Pater Markus Solo Kewuta, SVD (Padre Marco)—satu-satunya pejabat Vatikan asal Indonesia di Dikasteri Dialog Antarumat Beragama—memang dikenal memiliki kedalaman spiritual yang kuat sejak diciptakan pada tahun 1992 di Seminari Ledalero, Flores.

​Perjuangan Menghadapi Nyeri

​Pengalaman dr. Fitri bermula pada Mei 2025 ketika rasa nyeri dan kram hebat melanda pahanya. Rasa sakit tersebut membuatnya tak bisa berjalan, bahkan tidak sanggup tidur telentang.

​Setelah menjalani pemeriksaan berulang, terapi intensif, hingga konsultasi dengan dokter spesialis ortopedi, terungkap bahwa ia menderita syaraf terjepit. Dokter pun merekomendasikan tindakan operasi.

​”Waktu itu rasa sakit di paha sangat tidak tertahankan. Dalam kesendirian dan rasa sakit, saya mendadak ingat lagu ‘Bawa Daku ke Sion’. Saya nyanyikan setengah berteriak: ‘Tuhan oh Tuhan, dengarkanlah keluh kesahku’. Bait itu saya ulang-ulang terus sebagai doa dan jeritan hati saya,” kenang dr. Fitri.

​Kepasrahan Pembawa Pemulihan

​Di tengah keraguan dan kepasrahan menjelang jadwal tindakan medis, dr. Fitri terus menguatkan imannya. Dukungan doa dari para imam dan rekan-rekan sejawat terus mengalir, mengingatkannya untuk menyerahkan seluruh penderitaannya kepada Tuhan.

​Secara perlahan dan bertahap, kondisi fisik dr. Fitri mulai menunjukkan kemajuan signifikan menjelang hari operasi.

​Kemajuan Bertahap: Ia mulai bisa bergerak bebas di dalam kamar, berjalan keluar rumah, hingga mengunjungi tetangga.

​Pembatalan Operasi: Melihat kondisinya yang membaik pesat, dr. Fitri membulatkan tekad untuk membatalkan rencana operasi.

​Sembuh Total: Hingga kini, rasa sakit akibat syaraf terjepit tersebut tidak pernah kambuh lagi.

​Sebagai wujud rasa syukur atas mukjizat kesembuhan yang diterimanya, dr. Fitri mendorong keponakannya untuk membuat rekaman cover lagu tersebut sebagai ungkapan terima kasih dan kesaksian atas kebaikan Tuhan.

​Menyentuh Banyak Jiwa

​Kesaksian dr. Fitri hanyalah salah satu dari sekian banyak pengalaman rohani masyarakat yang tersentuh oleh karya Padre Marco. Lagu “Bawa Daku ke Sion” kerap menjadi sumber kekuatan batin, hiburan dalam duka (seperti pada Misa Requiem di NTT), hingga peneguhan saat menghadapi pergulatan hidup harian.

​Padre Marco mengungkapkan bahwa lagu tersebut dirancang dari kerinduan mendalam akan pertolongan Ilahi. Pesan teologis yang kuat dipadu melodi yang menyentuh membuat lagu ini terus menjadi sarana pengharapan dan penyembuhan bagi banyak orang yang berbeban berat (*/bams)