PASURUAN – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus memperkuat struktur organisasi dan konsolidasi internal menjelang agenda politik mendatang. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan 28 Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Pasuruan masa bakti 2026–2031.
Prosesi pelantikan berlangsung di Cafe Kopi Teli Awang-Awang, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/5/2026) pagi. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh semangat kaderisasi.
Rangkaian acara dimulai dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne PDI Perjuangan, pembacaan Dedication of Life, sambutan, prosesi pelantikan, hingga doa penutup yang dipandu MC Lia Aprilia.
Sejumlah tokoh partai turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya anggota DPR RI Dapil Pasuruan–Probolinggo dr. Mufti Anam, anggota DPRD Jawa Timur Edy Paripurna, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Deny Wicaksono beserta jajaran, pengurus DPC PDI Perjuangan Kota dan Kabupaten Pasuruan, serta Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota dan Kabupaten Pasuruan.
Prosesi pelantikan pengurus PAC dipimpin sekaligus dibacakan oleh Andri Wahyudi dan Qintharra U Yassifa. Sementara pelantikan resmi dibuka oleh Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deny Wicaksono.
Pelantikan berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan. Momentum tersebut menjadi awal kepengurusan baru di tingkat kecamatan sebagai bagian dari penguatan struktur partai hingga tingkat akar rumput.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pasuruan, Samsul Arifin, menyampaikan bahwa kepengurusan PAC kali ini banyak diisi kader baru dan generasi muda sebagai bagian dari regenerasi partai.
“Kita berkomitmen membangun struktur partai yang lebih segar dengan keterlibatan anak-anak muda dan kader baru,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan, Mahfud Husairi. Ia menegaskan proses kaderisasi di internal partai terus berjalan dan tercermin dari komposisi pengurus baru yang didominasi generasi muda.
“Hampir 60 persen pengurus baru diisi generasi Gen Z. Ini bukti bahwa kaderisasi di internal partai berjalan dan kami berkomitmen terus bekerja menambah target kursi partai ke depan,” tegas Mahfud.
Mahfud juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang dinilai berhasil menyukseskan agenda pelantikan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deny Wicaksono, menegaskan tantangan politik ke depan akan semakin berat. Karena itu, seluruh kader diminta tetap solid, aktif bergerak, dan terus menjalankan kaderisasi secara berkelanjutan.
“Anak-anak muda harus diberi kesempatan. Minimal bekerja dulu enam bulan. Kaderisasi harus terus berjalan,” kata Deny.
Ia juga menyoroti pentingnya penguatan media sosial sebagai instrumen perjuangan partai di era digital. Menurutnya, seluruh pengurus PAC wajib aktif memanfaatkan media sosial untuk menangkal hoaks sekaligus memperkuat citra positif partai.
“PAC harus aktif setiap hari. Media sosial wajib dimaksimalkan untuk meng-counter isu hoaks dan menaikkan nilai tambah partai,” ujarnya.
Deny menambahkan, PDI Perjuangan tidak hanya bergerak di bidang politik dan pemerintahan, tetapi juga aktif membangun kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sosial, budaya, olahraga, hingga pemberdayaan ekonomi.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara kader senior dan junior agar proses pembelajaran organisasi berjalan seimbang.
Tak hanya itu, Deny meminta seluruh DPC mulai menyiapkan kader dan bakal calon legislatif sejak dini untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
“Kalau tidak disiapkan dari sekarang, kerja partai akan berat. Antar kader dan caleg harus gotong royong, tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Pelantikan pengurus PAC ini menjadi titik awal konsolidasi partai hingga tingkat kecamatan dan akar rumput. Setelah agenda tersebut, DPC diminta segera mempersiapkan musyawarah ranting sebagai bagian dari penguatan organisasi partai.











