Portal DIY

Lansia Didorong Melek Digital lewat Buku “Aku Terkoneksi, Maka Aku Ada”

Portal Indonesia
×

Lansia Didorong Melek Digital lewat Buku “Aku Terkoneksi, Maka Aku Ada”

Sebarkan artikel ini

 

YOGYAKARTA – Kalangan lanjut usia (lansia) didorong untuk tetap adaptif dan optimistis menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Semangat itu mengemuka dalam diskusi buku Aku Terkoneksi, Maka Aku Ada di Ruang DPRD DIY, Jalan Malioboro, Jumat (22/5/2026).

Bambang Sigap Sumantri menegaskan, lansia tidak boleh tertinggal di era digital dan harus terus belajar mengikuti perubahan zaman.

“Lansia harus tetap optimistis dan terus belajar di lingkungan yang berkembang sangat cepat,” ujarnya.

Mantan wartawan Kompas itu juga menilai kecerdasan buatan (AI) tidak dapat menggantikan pengalaman dan kebijaksanaan manusia.

Buku Aku Terkoneksi, Maka Aku Ada merupakan karya 24 penulis lansia dari berbagai kota, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bogor, Depok, dan Semarang. Diskusi menghadirkan drg. Irene Sanita Lanny sebagai narasumber dan dipandu Sinta Herindrasti.

Koordinator Sastra Bulan Purnama, Ons Untoro, menjelaskan buku tersebut menjadi seri ketiga program “Lansia Menulis” setelah sebelumnya menerbitkan Kita Lansia, Terus Berkarya, Bahagia, Penuh Berkah dan (Lansia) Indonesia Tanpa Ruang Publik.

Menurut Ons, seluruh penulis berusia di atas 60 tahun, bahkan penulis tertua telah berusia 80 tahun. Mereka membagikan pengalaman menggunakan media sosial, aplikasi digital, hingga media online dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu penulis, Mustofa W. Hasyim, mengisahkan perubahan dunia jurnalistik dari era mesin ketik hingga media online.

Sementara itu, drg. Irene Sanita Lanny mengungkapkan penggunaan media sosial di kalangan lansia cukup tinggi. Sekitar 76 persen lansia menggunakan WhatsApp, 54 persen YouTube, dan 46 persen Facebook untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. (bams)

Baca Juga:
Antisipasi 1,7 Juta Wisatawan, Komisi A DPRD DIY Minta UMKM Tak 'Nuthuk' Harga