Portal DIY

Mbah Yai Titip Pesan Persatuan Bangsa kepada Putut Prabantoro

Portal Indonesia
×

Mbah Yai Titip Pesan Persatuan Bangsa kepada Putut Prabantoro

Sebarkan artikel ini

 

YOGYAKARTA – Ulama kharismatik pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi, KH Fathullah Suyuti Toha kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa melalui pesan yang disampaikan kepada pegiat kebangsaan AM Putut Prabantoro dalam komunikasi melalui video call pada Selasa (16/6/2026) malam.

Percakapan yang berlangsung pukul 19.54 WIB itu diawali dengan sapaan hangat Mbah Yai yang menanyakan keberadaan Putut setelah perjalanan dari Banyuwangi menuju Yogyakarta.

“Di Yogya, Mbah Yai,” jawab Putut.

Mbah Yai kemudian memastikan Putut telah mengantarkan Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno ke Kraksaan, Probolinggo, sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan kembali ke Yogyakarta.

Di akhir percakapan pembuka, Mbah Yai berpesan agar Putut tidak lupa menyampaikan pesan khususnya saat kembali berkunjung ke pondok.

Komunikasi tersebut dijembatani oleh wartawan Suyanto yang selama ini mendampingi Mbah Yai.

Menurut Suyanto, meski baru dua hari sebelumnya menerima kunjungan Putut bersama Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno, Mbah Yai masih merindukan keduanya.

“Mbah Yai seperti masih merindukan kehadiran Romo Fadjar dan Mas Putut. Setelah kegiatan Istighosah Jamaah Dzikir Nurul Wathon siang tadi memang banyak tamu yang datang. Meski kurang istirahat, beliau tetap menyempatkan video call,” ujar Suyanto.

Romo Damianus Fadjar Tedjo Soekarno merupakan Pastor Paroki Santo Paulus Kraksaan, Probolinggo, yang telah bersahabat dengan Mbah Yai selama sekitar 25 tahun.

Persahabatan itu pula yang mempertemukan KH Suyuti Toha dengan Putut, pendiri dan penasihat Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), alumnus Lemhannas PPSA XXI, serta pengajar ideologi.

Putut bersama Romo Fadjar berkunjung ke Ponpes Mansyaul Huda pada Minggu (14/6/2026) sebagai kunjungan balasan setelah KH Suyuti Toha lebih dahulu mendatangi kediaman Putut di Yogyakarta pada 30 Mei 2026. Saat itu rombongan dipimpin Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra yang juga merupakan Dewan Pembina Majelis Dzikir Nurul Wathon.

Baca Juga:
Rayakan HPN 2026, Daop 6 Yogyakarta Gelar "Media Talk" Perkuat Sinergi

Dalam percakapan melalui video call, Putut mengatakan Mbah Yai kembali menegaskan pesan khusus yang sebelumnya telah disampaikan secara langsung saat pertemuan empat mata di pondok.

“Mbah Yai tidak ingin Indonesia pecah dan meminta seluruh komponen bangsa memegang erat persatuan. Bangsa Indonesia harus mencegah segala bentuk perpecahan dan jangan mudah diadu domba. Agama tidak boleh digunakan sebagai sumber perpecahan,” kata Putut.

Menurutnya, Mbah Yai juga menekankan pentingnya menjaga ukhuwah wathaniah atau persaudaraan sesama warga negara tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan, serta ukhuwah basyariyah, yakni persaudaraan universal antarsesama manusia.

“Itu pesan Mbah Yai. Saya tidak tahu apa yang beliau pikirkan karena terus mengingatkan saya mengenai pesan tersebut. Sejak pertemuan pertama di Yogyakarta, beliau sudah menitipkan pesan itu,” ujar Putut.

Selain soal persatuan, Mbah Yai juga menitipkan pesan bagi para pejabat maupun siapa saja yang mengabdi kepada bangsa dan negara agar selalu menjunjung tinggi kejujuran dan keikhlasan.

Putut menyampaikan pesan  Mbah Yai
bahwa sikap jujur dan ikhlas akan mengangkat derajat seseorang, melahirkan sikap legawa, serta menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Dalam situasi saat ini, lanjut Putut mengutip pesan Mbah Yai, pemerintah membutuhkan dukungan dan doa seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Suyanto menjelaskan bahwa pada Selasa (16/6/2026) siang, Ponpes Mansyaul Huda menggelar Istighotsah Jamaah Dzikir Nurul Wathon dalam rangka Hari Lahir ke-56 pondok pesantren. Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.20 WIB itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah, termasuk unsur pemerintah, TNI, dan Polri.

Doa bersama tersebut dipersembahkan untuk keselamatan bangsa dan negara serta berlangsung dengan tertib dan lancar di lingkungan Pondok Pesantren Mansyaul Huda, Banyuwangi (bams)

Baca Juga:
Sultan HB X Buka Kongres XI Alumni Jesuit Sedunia di USD Yogyakarta