Berita

Terkesan Kumuh dan Semrawut, Wagub LIRA Jatim Desak Pemkot Pasuruan Benahi Nasib Pedagang Pasar Karangketug

Redaksi
×

Terkesan Kumuh dan Semrawut, Wagub LIRA Jatim Desak Pemkot Pasuruan Benahi Nasib Pedagang Pasar Karangketug

Sebarkan artikel ini

PASURUAN  – Kondisi Pasar Karangketug yang dinilai kumuh, semrawut, dan minim fasilitas mendapat sorotan keras dari Wakil Gubernur LSM LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya. Ia mendesak Pemerintah Kota Pasuruan segera mengambil langkah nyata untuk menata pasar sekaligus memberikan perhatian kepada para pedagang kecil yang selama bertahun-tahun berjualan di emperan jalan.

Saat melakukan blusukan ke kawasan pasar pada Minggu (21/6/2026), Ayi mendapati banyak pedagang yang masih berjualan dengan kondisi serba terbatas. Mereka harus menghadapi panas terik maupun hujan tanpa perlindungan lapak yang memadai.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya menimbulkan kesan kumuh dan tidak tertata, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan para pedagang yang menggantungkan hidup dari aktivitas jual beli di pasar tersebut.

“Saya melihat pedagang lampu, baju, mainan, batu akik dan lainnya berjualan di emperan jalan dengan kondisi yang memprihatinkan. Saat cuaca panas mereka kepanasan, saat hujan mereka kehujanan. Akibatnya banyak yang terpaksa tutup lebih awal sehingga pendapatannya sangat minim,” ujar Ayi Suhaya.

Dari hasil dialog dengan para pedagang, Ayi menemukan fakta bahwa sebagian besar pedagang mingguan telah berjualan antara lima hingga dua puluh tahun. Namun hingga kini mereka mengaku belum merasakan adanya penataan maupun penyediaan tempat usaha yang lebih layak.

Karena itu, LIRA Jawa Timur meminta Pemkot Pasuruan melalui dinas terkait segera melakukan pembenahan fasilitas dasar pasar, mulai dari drainase, pengelolaan sampah, hingga penyediaan kios atau lapak yang representatif bagi pedagang kecil.

Menurut Ayi, penataan pasar seharusnya tidak berorientasi pada penggusuran, melainkan pembinaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih baik, pasar akan terlihat lebih tertib, menarik minat pembeli, sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang.

Baca Juga:
Rihlah Saidah Siapkan Ekspansi ke Kota Pasuruan, Empat Lokasi Disiapkan untuk Kantor Cabang Baru

“Kepada Wali Kota Pasuruan, Ketua DPRD, Disperindag dan UPT Pasar, saya minta agar serius memperhatikan nasib pedagang kecil ini. Jangan hanya diam melihat kondisi yang sudah bertahun-tahun seperti ini. Mereka butuh tempat yang layak untuk mencari nafkah,” tegasnya.

Harapan serupa juga disampaikan Kacong, salah seorang pedagang batu akik yang telah berjualan lebih dari dua dekade di kawasan Pasar Karangketug.

“Saya sudah lebih dari dua puluh tahun berjualan di sini. Kondisinya masih seperti ini saja. Kami berharap ada kios atau lapak yang layak supaya tidak kepanasan, tidak kehujanan, dan pasar terlihat lebih tertata,” ungkapnya.

Ayi menambahkan, setiap rencana penataan pasar harus melibatkan para pedagang agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan dan tidak berdampak pada menurunnya omzet usaha masyarakat kecil.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para pedagang, Pasar Karangketug diharapkan dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi rakyat yang bersih, tertib, nyaman, dan mampu memberikan ruang usaha yang lebih manusiawi bagi para pedagang kecil.

Keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro dinilai menjadi kunci penting dalam menjaga denyut perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat akar rumput.