Portal Jatim

BNNK Sidoarjo Gembleng Finalis Duta Anti Narkoba, Belajar Langsung Rehabilitasi Pecandu di YPP Al Kholiqi

Redaksi
×

BNNK Sidoarjo Gembleng Finalis Duta Anti Narkoba, Belajar Langsung Rehabilitasi Pecandu di YPP Al Kholiqi

Sebarkan artikel ini

SIDOARJO – Upaya membentuk generasi muda yang peduli terhadap bahaya narkoba terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo. Salah satunya melalui pembekalan kepada para finalis Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026 dengan mengenalkan secara langsung proses rehabilitasi penyalahguna narkotika di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Kecamatan Waru, Senin (23/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan bagi 20 finalis yang berhasil lolos dari proses seleksi ketat yang diikuti 105 peserta. Selain memperluas wawasan, para finalis juga diajak memahami penanganan penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan rehabilitasi.

Kepala BNNK Sidoarjo, Kombes Pol Gatot Soesanto, menegaskan bahwa para finalis memiliki tanggung jawab besar sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, predikat Duta Anti Narkoba bukan sekadar gelar, melainkan amanah untuk menjadi teladan sekaligus memberikan pengaruh positif kepada teman sebaya maupun masyarakat.

“Ketika kalian terpilih, ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Jadilah contoh yang baik dan mampu membawa manfaat bagi orang lain,” ujar Gatot dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, para finalis diharapkan tidak hanya memahami aspek sosialisasi bahaya narkoba, tetapi juga memiliki pengetahuan tentang pencegahan, pemberantasan, hingga rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.

“Kalian harus mampu mengajak lingkungan sekitar untuk menjauhi narkoba dan ikut mengambil peran dalam upaya pencegahan serta rehabilitasi,” tambahnya.

Dalam kunjungan tersebut, para finalis memperoleh penjelasan mengenai tahapan rehabilitasi yang diterapkan di YPP Al Kholiqi. Mulai dari proses pembinaan, pendampingan, hingga pemulihan bagi para penyalahguna narkoba agar dapat kembali berfungsi dan diterima di tengah masyarakat.

Usai kegiatan, Gatot mengapresiasi pihak YPP Al Kholiqi yang telah membuka ruang edukasi bagi para finalis. Ia juga menilai seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti materi dan sesi diskusi.

Baca Juga:
BNNK Sidoarjo Lakukan Monev di YPP Al Kholiqi, Pastikan Standar Rehabilitasi Terpenuhi

“Saya melihat mereka sangat antusias mengikuti setiap penjelasan. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga ketika nanti menjalankan peran sebagai Duta Anti Narkoba,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan YPP Al Kholiqi, H. Abdul Kholiq, menjelaskan bahwa lembaganya telah menjalankan program rehabilitasi sosial bagi pecandu narkoba sejak 2005. Program tersebut menggabungkan pendekatan sosial, medis, dan spiritual dalam proses pemulihan.

Menurutnya, YPP Al Kholiqi juga bersinergi dengan instansi kesehatan untuk menangani warga binaan yang memiliki penyakit penyerta seperti tuberkulosis (TBC) maupun HIV.

“Kami berupaya membantu program pemerintah dalam rehabilitasi dan pembinaan penyalahguna narkoba agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.

Direktur YPP Al Kholiqi, Sayyid Abdullah, S.H.I., berharap para finalis mampu menjadi penyambung informasi kepada masyarakat terkait bahaya narkoba dan tanda-tanda penyalahgunaannya.

Ia menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam mendukung upaya pencegahan narkoba sejak dini, terutama di lingkungan keluarga dan sekolah.

“Harapan kami, para finalis dapat mengedukasi masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai ciri-ciri penyalahgunaan narkoba. Ini bukan akhir dari kegiatan mereka, tetapi langkah awal untuk berkontribusi,” katanya.

Salah satu finalis, Akbar dari SMA Kemala Bhayangkari 3 Porong, mengaku termotivasi untuk berperan aktif dalam kampanye pencegahan narkoba di lingkungannya.

Ia berharap dapat membantu menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkoba dan memberikan dampak positif bagi masyarakat apabila terpilih sebagai Duta Anti Narkoba Sidoarjo 2026.