PURWOKERTO – Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menyelenggarakan Temu Mitra Fakultas Pertanian Unsoed 2026, Rabu (16/9), bertempat di Ruang Rapat Besar Gedung A Lantai 2 Faperta Unsoed.
Kegiatan Temu Mitra Faperta Unsoed 2026 bertemakan “Sinergi dan Kolaborasi Inovatif Faperta dan Mitra Menuju Pertanian Berkelanjutan dan Kemandirian Pangan” dan dihadiri oleh 16 mitra.
Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi Faperta Unsoed dengan berbagai mitra dari dunia usaha, dunia industri, pemerintah, serta lembaga terkait.
Bermula dari tahun 2020 hingga saat ini, Faperta Unsoed telah telah menjalin relasi dengan 451 mitra. Selain mengahadirkan para mitra, kegiatan ini juga dihadiri oleh ajaran pimpinan fakultas, ketua jurusan, ketua program studi, kepala laboratorium, dan tim MBKM.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Ketua Temu Mitra, Karseno, S.P., M.P., Ph.D., dan Dekan Faperta Unsoed, Prof. Dr. Ir. Sakhidin, M.P. Dalam kesempatan tersebut, Dekan Faperta Unsoed juga memaparkan berbagai program kerja sama fakultas kepada para mitra yang hadir.
Dalam sambutannya, Sakhidin memaparkan bahwa dari 451 mitra, sebanyak 403 merupakan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), 23 lembaga pemerintahan/pemerintah daerah, 6 lembaga pendidikan dalam dan luar negeri, 12 organisasi dalam negeri/swasta, dan 7 BUMN/BUMD.
Ketua Temu Mitra Faperta Unsoed, Karseno, menekankan pentingnya mengoptimalkan kolaborasi yang sudah terjalin.
Menurutnya, kemitraan Faperta akan difokuskan pada program-program nyata yang memberikan dampak jangka panjang. “Faperta harus terus memperluas jangkauan kerja sama sekaligus meningkatkan kualitasnya,” tegas Karseno.
Temu Mitra 2026 menghadirkan sejumlah mitra sebagai narasumber dalam sesi paparan dan diskusi. Sesi pertama dimoderatori oleh Dr. Mustaufik dengan menghadirkan Agustinus Budi S., S.P., M.P., Vice President Research PT Sang Hyang Seri; Arfie Thahar, S.TP., M.M., Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP); serta Maria Wuri Handayani, S.Si., MBA, Marketing Manager PT Sriboga Flour Mills, yang disampaikan oleh Ahmad Mukholil, Head of SME Empowerment.

Paparan dan diskusi dilanjutkan dengan mitra lainnya, yaitu CV Bunga Palm, CV Kubajatani, dan Balai Benih Pertanian Wilayah Banyumas. Pada sesi berikutnya turut hadir PT Indonesia Power UBP Mrica, PT Mitra Desa Kebumen, PT Mitra Desa Pamarican, serta Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Yogyakarta.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi paparan bersama PT Karya Stasiun Grup, CV AA Kadu Nyentang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), Koperasi Produsen Rumpun Prima Agrodaya, serta PT Mitra Desa Pamarican.
Selain menjadi ruang berbagi informasi dan program, Temu Mitra juga menjadi momentum untuk membahas peluang kerja sama yang dapat dikembangkan antara Faperta Unsoed dan para mitra.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, MBKM, magang, pemberdayaan warga, hingga hilirisasi inovasi pertanian.
Dalam rangkaian kegiatan, Faperta Unsoed juga melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama mitra. Beberapa program yang telah berjalan melalui kerjasama strategis bersama mitra diantaranya program pendidikan nasional maupun internasional, seperti pertukaran mahasiswa dengan Ibaraki University Jepang, program magang MBKM, hingga program doktor mahasiswa mancanegara.
Sinergi ini juga diimplementasikan dalam pengabdian masyarakat, salah satunya kolaborasi Prodi S1 Agribisnis dan PT PLN Indonesia Power UBP Mrica dalam pemberdayaan warga Banjarnegara di bidang pembibitan, pengolahan pakan, dan peternakan kambing.
Di bidang penelitian dan pengabdian wilayah, Faperta Unsoed berfokus pada riset kolaboratif dan hilirisasi inovasi bersama industri serta lembaga pemerintah. Beberapa program unggulan yang dijalankan meliputi riset Internet of Things (IoT) untuk budidaya bawang merah, pengembangan varietas unggul melalui program PALAPA dan PARIKESIT, serta pemanfaatan teknologi pompa air energi surya di Banyumas guna mendukung kemandirian pangan dan kesejahteraan petani.
Melalui Temu Mitra 2026, Faperta Unsoed terus memperkuat jejaring kemitraan dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak.
Sinergi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kapasitas sivitas akademika, mitra, serta masyarakat dan mendukung kontribusi Faperta Unsoed bagi pembangunan pertanian. (Sugi)











