Portal Jatim

Ribuan Warga Padati Tradisi Petik Laut Kota Pasuruan, Wisata Bahari dan UMKM Lokal Ikut Bergairah

Redaksi
×

Ribuan Warga Padati Tradisi Petik Laut Kota Pasuruan, Wisata Bahari dan UMKM Lokal Ikut Bergairah

Sebarkan artikel ini

PASURUAN – Tradisi Petik Laut di Pelabuhan Kota Pasuruan kembali menjadi daya tarik utama bagi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai daerah memadati kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Minggu (28/6/2026), untuk menyaksikan prosesi budaya tahunan yang sarat makna sekaligus memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat pesisir.

Kegiatan yang berlangsung meriah itu dihadiri Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota M. Nawawi, jajaran Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Panggungrejo, Lurah Ngemplakrejo, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan nelayan yang turut memeriahkan prosesi.

Puncak acara ditandai dengan pelarungan sesaji berupa kepala sapi ke tengah laut sebagai simbol ungkapan syukur para nelayan atas hasil tangkapan yang diperoleh selama setahun.

Sebelum prosesi pelarungan berlangsung, masyarakat menggelar kirab budaya sejauh sekitar satu kilometer, dimulai dari Kantor Kecamatan Panggungrejo menuju kawasan Pelabuhan Kota Pasuruan. Arak-arakan tersebut semakin menambah semarak perayaan dan menarik perhatian ribuan pengunjung.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurutnya, tradisi Petik Laut telah berkembang menjadi agenda budaya sekaligus potensi wisata yang layak mendapat dukungan bersama.

“Alhamdulillah dari tahun ke tahun tambah ramai, tambah antusias dan kolaborasinya semakin banyak. Ini menunjukkan bahwa ini menjadi potensi yang cukup luar biasa, dan harus kita dukung bersama,” ujar Adi Wibowo.

Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan acara menjadi bukti bahwa budaya bahari Kota Pasuruan tetap hidup dan mampu menarik minat generasi muda untuk ikut melestarikannya.

Selain menjadi warisan budaya, Petik Laut juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ribuan pengunjung yang hadir memberikan peluang besar bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga usaha kuliner di sekitar kawasan pelabuhan.

Baca Juga:
Kapolres Pasuruan Kota Hadiri Jaladri Run 6,4 Km, Perkuat Soliditas TNI-Polri dan Masyarakat

Adi Wibowo menegaskan rasa syukur atas hasil laut juga harus diiringi dengan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian ekosistem laut agar kesejahteraan nelayan dapat terus terjaga.

“Yang pasti Petik Laut ini menjadi warisan leluhur kita, dan ini bukan soal hanya tradisi tapi juga menjadi potensi pariwisata, sehingga perlu untuk dilestarikan. Dengan begitu maka rejeki para nelayan dan warga semuanya nantinya juga akan semakin bertambah,” tuturnya.

Pemerintah Kota Pasuruan juga berencana meningkatkan fasilitas penunjang di kawasan Tempat Pelelangan Ikan, termasuk pembangunan SPBM dan infrastruktur lainnya guna memperkuat kawasan pelabuhan sebagai pusat aktivitas ekonomi dan wisata bahari.

“Ada beberapa fasilitas di TPI ke depan Insyaallah nanti juga ada SPBM dan sebagainya, untuk menguatkan agar wilayah pelabuhan ini infrastrukturnya semakin bertambah baik,” tambahnya.

Sementara itu, Bendahara Panitia Petik Laut, H. Salam Efendi, mengungkapkan sebanyak 70 kapal nelayan ikut ambil bagian dalam prosesi pelarungan tahun ini. Jumlah tersebut meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya.

Ia berharap pelaksanaan Petik Laut pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan keterlibatan masyarakat yang semakin luas sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan warga pesisir juga terus meningkat.

“Untuk Petik Laut tahun ini ada sebanyak tujuh puluh kapal nelayan yang terlibat. Harapan ke depan Insyaallah lebih meriah lagi, dan itu akan kita usahakan semaksimal mungkin,” kata Salam Efendi.

Tradisi Petik Laut tidak hanya menjadi simbol rasa syukur masyarakat nelayan, tetapi juga menjadi identitas budaya Kota Pasuruan yang terus dijaga. Di sisi lain, kegiatan ini telah berkembang sebagai agenda wisata tahunan yang mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif sekaligus memperkuat citra Kota Pasuruan sebagai kota bahari.

Baca Juga:
GM-FKPPI Soroti Jalur Maut Gatot Subroto–Urip Sumoharjo, Desak Pemkot Pasuruan Alihkan Truk Besar