SLEMAN — Tembok pembatas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Minomartani 2 yang berbatasan dengan fasilitas umum warga RW 002 Perumahan Minomartani, Ngaglik, Sleman, roboh secara tiba-tiba pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan 10 warga yang tengah mengikuti kegiatan warga mengalami luka-luka.
Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat warga sedang beristirahat dan duduk-duduk di sekitar lokasi usai mengikuti kegiatan jalan sehat serta senam dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tanpa diduga, tembok pembatas sekolah roboh dan langsung menimpa warga yang berada di bawahnya.
Sepuluh korban yang mengalami luka-luka antara lain ASAF, S (64), KM (70), ADS (34), AN (31), FN (30), SL (40), L (anak dari SL), LSAF (34), serta BRIS (28).
Proses penanganan darurat dan evakuasi melibatkan tim gabungan dengan mengerahkan 6 unit ambulans serta 1 unit mobil penyelamat dari Basarnas. Para korban langsung dievakuasi ke beberapa fasilitas kesehatan terdekat, di mana 6 korban sempat mendapatkan perawatan di RS Condongcatur (RS CC), 2 korban di RS Hermina, dan 2 korban di RS UAD.
Beberapa korban yang telah mendapatkan penanganan awal diizinkan pulang oleh keluarga, sementara korban lainnya dirujuk untuk perawatan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh petugas Polsek Ngaglik, tembok batako semen yang roboh memiliki tinggi sekitar 1,5 meter dan panjang 20 meter. Bangunan pembatas tersebut diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1980 dan ditemukan tidak memiliki pondasi maupun besi cor penyangga yang memadai.
Mendapat laporan kejadian tersebut, Bupati Sleman bersama Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman dan jajaran Dinas Pendidikan langsung meninjau lokasi untuk memastikan penanganan para korban serta memeriksa kondisi struktur bangunan sekolah.
Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk menanggung seluruh biaya perawatan medis para korban. Di saat yang sama, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman berencana membangun kembali tembok pembatas tersebut dengan konstruksi yang lebih kokoh dan aman.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti robohnya tembok tersebut, dan area sekitar reruntuhan telah dipasangi garis polisi demi keamanan (brd/bams)











