Portal DIY

Content Creator Ajak Guru PAUD Gunungkidul Manfaatkan Medsos untuk Tambah Penghasilan

Portal Indonesia
×

Content Creator Ajak Guru PAUD Gunungkidul Manfaatkan Medsos untuk Tambah Penghasilan

Sebarkan artikel ini

 

GUNUNGKIDUL – Menjadi content creator tidak selalu harus memiliki jumlah pengikut yang besar. Konten yang menarik, bermanfaat, dan sesuai dengan minat audiens justru menjadi kunci untuk membangun peluang ekonomi melalui media sosial.

Hal itu disampaikan content creator Tria Nayyira dan Tiara Dewi Panduwati saat berbagi pengalaman kepada sekitar 90 guru PAUD yang tergabung dalam Himpaudi Gunungkidul di BMT Graha Insan Mulia, Kepek, Wonosari, Gunungkidul, Sabtu (8/8/2026).

Keduanya hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi Peraturan Daerah DIY Nomor 9 Tahun 2017 tentang Pemberdayaan dan Perlindungan Industri Kreatif dan Usaha Kecil yang digelar Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik.

Tria dan Tiara mendorong para guru PAUD agar tidak ragu memanfaatkan media sosial. Platform digital dapat digunakan untuk membangun audiens, mempromosikan produk, hingga membuka peluang mendapatkan penghasilan tambahan.

Wakil Ketua DPRD DIY Imam Taufik mengatakan, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu peluang yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan guru PAUD.

Sebelumnya, dalam kegiatan sambungrasa Pimpinan DPRD DIY, para guru PAUD menyampaikan berbagai aspirasi, termasuk persoalan kesejahteraan.

“Media sosial saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga bisa menjadi ruang ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Imam.

Menurutnya, banyak guru PAUD memiliki keterampilan dan usaha sampingan, seperti menjahit, membuat kerajinan, kuliner rumahan, maupun produk kreatif lainnya.

Produk-produk tersebut, kata dia, dapat dipasarkan melalui media sosial sehingga jangkauan pasarnya menjadi lebih luas. “Kalau produk dipublikasikan secara konsisten melalui media sosial, peluang mendapatkan pelanggan dari luar daerah akan semakin terbuka,” ujarnya.

Imam berharap para guru PAUD dapat memanfaatkan perkembangan teknologi digital tanpa mengganggu tugas utama sebagai pendidik.

Baca Juga:
Hujan Berpotensi Turun di Sleman, Kulonprogo, dan Gunungkidul

Melalui kegiatan tersebut, DPRD DIY juga mendorong implementasi Perda DIY Nomor 9 Tahun 2017. Guru PAUD diharapkan tidak hanya memahami pemberdayaan industri kreatif, tetapi juga mampu menangkap peluang ekonomi digital untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dengan semakin banyaknya masyarakat yang produktif memanfaatkan media sosial, diharapkan muncul usaha-usaha kreatif baru yang dapat memperkuat perekonomian masyarakat Gunungkidul (bams)