Portal Jatim

Secara Simbolis, Walikota Pasuruan Serahkan Bantuan Program Perbaikan RTLH di Blandongan, Menuju Hunian Yang Sehat dan Nyaman

Redaksi
×

Secara Simbolis, Walikota Pasuruan Serahkan Bantuan Program Perbaikan RTLH di Blandongan, Menuju Hunian Yang Sehat dan Nyaman

Sebarkan artikel ini
Walikota Pasuruan, Adi Wibowo didampingi Plt. Kepala DPRKP, Akung Novijanto mengecek ke sumur warga yang mendapatkan bantuan RTLH

PASURUAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan, Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) telah mengalokasikan anggaran untuk program perbaikan bagi 150 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2026.

Secara simbolis, kali ini Walikota Pasuruan, Adi Wibowo dengan didampingi Wakilnya M. Nawawi, Pj. Sekretaris Daerah, Lucky Danardono dan juga Plt. Kepala DPRKP Kota Pasuruan, Akung Novijanto menyerahkan bantuan tersebut langsung kepada perwakilan warga di wilayah Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul.

Dalam laporannya, Akung Novijanto menjelaskan bahwa dana untuk program bantuan perbaikan bagi 150 RTLH itu bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pasuruan Tahun Anggaran 2026 adalah total senilai Rp.2.625.000.000.

Adapun untuk para penerima manfaat dari program tersebut, masing masing penerima mendapatkan anggaran stimulan dari Pemkot Pasuruan yaitu sebesar Rp.17.500.000. Dimana dalam peruntukannya, sebesar Rp.5.250.000 untuk upah atau ongkos tukang, dan Rp.12.250.000 lagi untuk bahan material.

Adapun untuk bantuan RTLH bagi 150 penerima itu sendiri tersebar di 34 kelurahan dan 4 kecamatan, yang mana untuk Kecamatan Gadingrejo adalah sebanyak 47 penerima, lalu Kecamatan Purworejo 27 penerima, dan Kecamatan Bugul Kidul 32 penerima, serta Kecamatan Panggungrejo adalah sebanyak 54 penerima.

“Untuk data penerima manfaat, itu mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yaitu terkait penanggulangan kemiskinan. Dalam pelaksanaan pembangunan, dikerjakan selama 6 bulan yang dimulai sejak Agustus hingga Desember 2026.” jelas Akung, dalam penyampaian laporan dihadapan Walikota dan Wakil Walikota beserta pejabat lain yang hadir.

Sementara dalam sambutannya, Walikota Pasuruan, Adi Wibowo mengucapkan rasa syukur karena di tahun ini sudah ada 150 rumah hunian milik masyarakat Kota Pasuruan yang masuk dalam kategori tidak layak huni telah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Baca Juga:
Sidang Penyerobotan Lahan 4.800 Meter di Pandaan Berlanjut, Sampunah Tegaskan Tak Cabut Proses Hukum

“Alhamdulillah, hari ini di tahun 2026 ada 150 Rutilahu yang bisa kita eksekusi dari sekian banyak PR kita yaitu rumah rumah yang masih tidak layak huni yang ada di Kota Pasuruan,” ucap Adi Wibowo.

Disamping itu, Walikota Adi Wibowo juga meyakini bahwa masih banyak kondisi rumah tidak layak huni di Kota Pasuruan terutama yang belum atau bahkan tidak masuk dalam kategori penerima bantuan juga akan menjadi perhatian atau pekerjaan rumah bagi Pemkot Pasuruan.

“Tadi dijelaskan oleh Pak Akung, bahwa masih ada 400 an Rutilahu, tentu untuk Kota Pasuruan ini masih cukup banyak. Bahkan mungkin banyak yang sebenarnya masih belum terdata atau secara aturan belum memungkinkan, dan inilah PR kita kedepan,” ungkapnya.

Disisi lain, ia juga berharap agar didalam pelaksanaan pengerjaan terhadap 150 rumah tidak layak huni di lapangan dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran dan membawa manfaat terutama bagi para penerima bantuan.

“Ya harapannya 150 Rutilahu ini bisa terselesaikan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat langsung kepada para penerima manfaat,” tutur Walikota.

Maka dengan adanya bantuan berupa perbaikan RTLH tersebut, Walikota Adi Wibowo pun berpesan khususnya kepada para penerima manfaat untuk terus menjaga dan merawat rumah huniannya agar terus bersih dan nyaman.

“Saya berpesan bagi bapak ibu yang mendapatkan bantuan yaitu jaga kebersihan, merawat dan manfaatkan hunian dengan betul, ini yang harus diperhatikan. Karena masih banyak PR kita untuk bisa mewujudkan agar bagaimana rumah itu sehat, aman dan nyaman,” pesan Walikota Adi Wibowo kepada para penerima bantuan.

Disamping itu, Adi Wibowo juga menilai bahwa salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan salah satunya dapat dilihat dari indikator mulai dari kondisi rumah hingga ekonomi dalam rumah tangga itu sendiri.

Baca Juga:
Sidak RTLH di Taman, Bupati Sidoarjo Salurkan Kursi Roda dan Jaminan Kesehatan

Menyinggung soal adanya program bedah rumah dari Pemerintah Pusat melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), ia mengaku bahwa itu dinilai sangat membantu dan meringankan beban masyarakat termasuk bagi Pemerintah Kota Pasuruan.

“Memang program ini setiap tahun kita agendakan, apalagi di tahun ini ada program bantuan BSPS dari Pemerintah Pusat. Tentu kalau itu (program bantuan pusat) bisa didapatkan dari sekian banyak kekurangan kita, jelas itu cukup membantu sekali,” pungkas Walikota Adi Wibowo.

Dalam rangkaian penyerahan secara simbolis bantuan sosial berupa perbaikan 150 rumah tidak layak huni di Kelurahan tersebut, terlebih dahulu Walikota Pasuruan bersama Wakil Walikota beserta jajaran pejabat lain meninjau langsung kondisi rumah ke salah satu penerima bantuan warga setempat.

Perlu diketahui bersama, bahwa tujuan dari Pemerintah Kota Pasuruan memberikan program bantuan sosial berupa perbaikan RTLH ini untuk mendorong sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar rumah tinggal yang lebih layak yaitu dengan memberikan stimulan kepada para penerima bantuan.

Acara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat lain seperti para asisten, pihak BPN Kota Pasuruan, Badan Pusat Statistik (BPS), Kejaksaan, para Camat dan Lurah se Kota Pasuruan, hingga acaranya pun dapat berjalan dengan lancar dan penuh manfaat. (Eko)