Portal DIY

APBD Sleman 2027 Defisit Rp 294 Miliar, Pemkab Cermati Potensi Pendapatan Baru

Portal Indonesia
×

APBD Sleman 2027 Defisit Rp 294 Miliar, Pemkab Cermati Potensi Pendapatan Baru

Sebarkan artikel ini
Bupati Sleman Harda Kiswaya (Portal Indonesia/Subardi)

SLEMAN – Pemkab Sleman merancang struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 dengan pendapatan sebesar Rp 3,25 triliun. Sedang anggaran belanja dialokasikan sebesar Rp 3,55 triliun yang berarti akan mengalami defisit Rp 294 miliar.

Menurut Bupati Sleman Harda Kiswaya, defisit ini bisa timbul karena untuk menampung kebutuhan masyarakat cukup banyak, sementara potensi keuangan yang ada terbatas.

Meski demikian, dia optimistis kekurangan tersebut bisa ditutup dengan mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang ada.

Untuk menutup kekurangan tersebut, kata Harda Pemkab tidak akan menaikan pajak dari masyarakat, tetapi akan efektifkan segala sesuatu yang ada.

“Salah satu strategi yang kami tempuh adalah melakukan perbaikan tata kelola sehingga ada teknis dan prosedur yang tepat. Diantaranya dengan pendaftaran dan pendataan wajib pajak baru. Sehingga siapa pun yang memiliki usaha dan sesuai aturan harus membayar pajak maka harus membayar pajak untuk pemasukan daerah” kata Harda Jumat (14/8/2026).

“Dengan pertimbangan tersebut, maka semua badan usaha atau pribadi harus didata, dan jangan sampai ada yang kelewatan. Pencatatan identitas, alamat, dan sebagainya juga harus jelas dan pasti, tidak boleh serampangan,” katanya.

Para pengusaha yang saat ini belum terdata sebagai wajib pajak, didorong untuk wajib melaporkan usahanya. Laporan ini juga wajib dikoreksi oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) agar sesuai dengan kenyataan di lapangan. Jadi, penetapan nilai pajaknya juga bisa sesuai.

Rencananya rancangan APBD 2027 ini akan digunakan untuk enam program prioritas. Yaitu, penurunan tingkat kemiskinan dan kesenjangan pendapatan, lalu peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan kinerja sektor unggulan, peningkatan kualitas lingkungan hidup, peningkatan kualitas pelayanan, dan yang terakhir adalah peningkatan akuntabilitas serta efektivitas penyelenggaraan pemerintahan.

Baca Juga:
Hadapi Porda DIY 2027, KONI Sleman Canangkan Pelatkab

“Keenam program unggulan tersebut kami upayakan bisa tercapai secara optimal, sehingga pembangunan di Sleman bisa semakin maju dan memiliki banyak manfaat bagi masyarakat,” tegasnya. (Brd)