SLEMAN — Setelah lima hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Gito Sahono Giman (68), warga Tritis, Ngandong, Girikerto, Turi, Kabupaten Sleman. Korban yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Pathuk Tritis, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (18/8/2026) pukul 15.30 WIB.
Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya, S.A.P., mengatakan korban ditemukan sekitar 240 meter dari lokasi kejadian perkara (LKP) ke arah timur laut. “Alhamdulillah, pada pukul 15.30 WIB korban berhasil ditemukan. Selanjutnya korban langsung kami evakuasi dan diserahkan kepada tim Inafis Polsek Turi,” ungkapnya , Rabu (19/8/2026).
Pencarian pada hari kelima dilakukan dengan memperluas area penyisiran. Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi enam Search and Rescue Unit (SRU). Masing-masing SRU menyisir sejumlah titik yang telah ditentukan. Area pencarian meliputi titik duga, sekitar ladang dan rumah korban, hingga kawasan hutan.
Pencarian juga diperkuat dengan dua tim drone. Perangkat tersebut digunakan untuk memantau titik duga dan sejumlah area yang sulit dijangkau melalui penyisiran darat.
Salah satu titik yang menjadi perhatian tim berada di sekitar LKP. Petugas menemukan indikasi banyak lalat berterbangan di kawasan tersebut. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyisiran secara terukur.
“Kami menindaklanjuti informasi dan temuan di lapangan yang mengarah pada adanya titik duga. Salah satunya berdasarkan banyaknya lalat yang berterbangan di sekitar lokasi,” tuturnya.
Tim kemudian melakukan pengecekan dan penyisiran secara terukur di area tersebut.
Setelah penyisiran di sejumlah sektor, tim akhirnya menemukan korban di koordinat -7°34’34.2″, 110°24’43.2″. Lokasi tersebut berjarak sekitar 240 meter dari LKP dengan arah timur laut.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut. Selanjutnya korban diserahkan kepada tim Inafis Polsek Turi.
Sebelumnya, Gito dilaporkan hilang setelah berangkat mencari rumput pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Ia berangkat bersama dua rekannya menuju kawasan Pathuk. Sesampainya di lokasi, ketiganya berpencar untuk mencari rumput. Dua rekan korban kemudian kembali ke kampung sekitar pukul 09.00 WIB.
Namun, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, Gito belum juga pulang. Keluarga kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada warga Tritis. Pencarian selanjutnya dilakukan hingga melibatkan Tim SAR Gabungan.
Dhedi mengapresiasi seluruh unsur SAR, masyarakat, dan pihak terkait yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Sinergi dan kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting hingga korban akhirnya berhasil ditemukan,” pungkasnya (bams)











