Portal Jatim

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota Ajak Maba dan Masyarakat Perangi Narkoba

Redaksi
×

Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota Ajak Maba dan Masyarakat Perangi Narkoba

Sebarkan artikel ini
Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota Kompol Hendro Triwahyono (keempat dari kanan) saat mengikuti konferensi pers hasil Operasi Tumpas Semeru 2026.

KOTA MALANG  — Sebagai salah satu kota pendidikan di Jawa Timur, Kota Malang setiap tahun menjadi tujuan puluhan ribu mahasiswa baru (maba) dari berbagai daerah. Kondisi tersebut menjadi perhatian Satresnarkoba Polresta Malang Kota karena mahasiswa dinilai menjadi salah satu kelompok yang berpotensi menjadi sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Hal itu disampaikan Kasat Resnarkoba Polresta Malang Kota Kompol Hendro Triwahyono seusai konferensi pers hasil Operasi Tumpas Semeru Narkoba 2026, Rabu (26/08/2026).

Hendro mengatakan, pihaknya memberikan perhatian serius terhadap potensi masuknya narkotika ke lingkungan mahasiswa. Menurutnya, kelompok mahasiswa masih menjadi sasaran yang dapat dimanfaatkan jaringan pengedar untuk memperluas pasar narkoba.

“Kami masih beranggapan kalangan mahasiswa masih menjadi incaran bagi para pengedar narkoba untuk melancarkan dan menjeratnya menjadi pengguna barang haram ini,” ujar Hendro.

Untuk mencegah hal tersebut, Satresnarkoba Polresta Malang Kota terus membangun sinergi dengan berbagai perguruan tinggi. Upaya pencegahan dilakukan melalui edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya narkotika serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghindari penyalahgunaannya.

“Selain itu, kami juga terus melakukan sosialisasi bahaya narkoba mulai dari institusi pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas, termasuk ke universitas-universitas yang ada di Kota Malang,” jelasnya.

Menurut Hendro, langkah pencegahan tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan pendidikan. Edukasi mengenai bahaya narkoba juga perlu menyentuh masyarakat secara luas, mengingat mahasiswa dalam aktivitas sehari-hari juga berinteraksi dan tinggal di tengah lingkungan masyarakat.

“Jadi tidak hanya di lingkup pendidikan saja, kami juga intens sosialisasi kepada masyarakat. Karena maba kesehariannya juga berada di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Hendro berharap sinergi antara kepolisian, perguruan tinggi, keluarga, mahasiswa, dan masyarakat dapat semakin diperkuat. Kesadaran bersama dinilai menjadi salah satu kunci untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar narkotika.

Baca Juga:
Jelang Mujahadah Kubro Seabad NU, Kapolresta dan Wali Kota Malang Lakukan “Sapa Gereja”

Ia meyakini, apabila seluruh elemen bersatu dan berani menyatakan perang terhadap narkoba, cita-cita mewujudkan lingkungan Bersih dari Narkoba (Bersinar) di Kota Malang akan semakin mudah dicapai.

Dengan keterlibatan berbagai pihak, diharapkan tidak ada celah bagi pengedar maupun bandar untuk menjadikan lingkungan pendidikan dan masyarakat sebagai pasar peredaran narkotika.