KOTA MALANG – Semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Malang kembali ditunjukkan menjelang pelaksanaan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU).
Pemerintah Kota Malang bersama Polresta Malang Kota melakukan agenda “Sapa Gereja” sebagai bagian dari koordinasi lintas iman sekaligus memastikan kesiapan lokasi transit jamaah, Sabtu (7/2/2026).
Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan S. Supriadi, Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, ditetapkan sebagai salah satu titik transit sekitar 1.000 jamaah Mujahadah Kubro yang datang dari Kota Surabaya. Penunjukan lokasi ini menjadi simbol kuatnya harmoni sosial yang telah lama terbangun di Kota Malang.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, bersama Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Cholis Aryana, hadir langsung ke Kantor Majelis Agung GKJW. Rombongan diterima oleh Ketua Pendeta Pelayanan Agung, Pdt. Nathael Hermawan Prianto, didampingi para romo, suster, serta jajaran pelayanan jemaat.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa GKJW akan memfasilitasi kebutuhan transit jamaah, mulai dari tempat istirahat, toilet, ruang salat, hingga kebutuhan dasar lainnya. Dari sisi transportasi, jamaah direncanakan menggunakan sekitar 20 unit bus dan 10 kendaraan pribadi.
Namun, mempertimbangkan keterbatasan lahan parkir di area GKJW, disepakati sebagian kendaraan akan dialihkan ke Gereja Ijen guna menjaga ketertiban lalu lintas dan kenyamanan lingkungan sekitar.
Wali Kota Wahyu Hidayat menegaskan bahwa agenda “Sapa Gereja” bukan sekadar kunjungan simbolik, melainkan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam merawat harmoni sosial serta memastikan kelancaran kegiatan keagamaan lintas komunitas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada gereja-gereja yang turut berpartisipasi mendukung Mujahadah Kubro Seabad NU, di antaranya Gereja Katedral Ijen, Gereja HKBP Malang, GKI Bromo, dan GKJW Sukun.
“Dukungan yang diberikan luar biasa, mulai dari penyediaan tempat, fasilitas ibadah, hingga konsumsi. Bahkan, beberapa gereja menyesuaikan jadwal ibadahnya. Ini bukti konkret kerukunan di Kota Malang,” ujar Wahyu, Jumat (6/2/2026).
Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Cholis Aryana menekankan pentingnya pendekatan preventif dan preemtif dalam pengamanan agenda berskala besar tersebut.
“Kami menyiapkan pengamanan terpadu, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, parkir, pengamanan lokasi transit, hingga pengawalan jamaah. ‘Sapa Gereja’ ini juga menjadi sarana koordinasi dan silaturahmi,” jelasnya.
Selain GKJW Sukun, agenda “Sapa Gereja” juga menyasar sejumlah gereja di sekitar Stadion Gajayana, seperti GKI Bromo di Jalan Bromo, Gereja HKBP Jalan Bromo, Gereja Katedral Ijen di Jalan Buring, serta GKJW Jalan S. Supriadi.
Sebagai tuan rumah, Pdt. Nathael Hermawan Prianto menyambut positif kepercayaan yang diberikan kepada GKJW. Ia menilai keterlibatan gereja dalam kegiatan tersebut sebagai panggilan iman dan kemanusiaan.
“Gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang persaudaraan. Kami terbuka mendukung saudara-saudara kami yang akan mengikuti Mujahadah Kubro 1 Abad NU,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kesepakatan teknis terkait parkir merupakan bentuk kerja sama yang sehat antara gereja dan unsur Forkopimda.
“Kami sampaikan keterbatasan lahan parkir di GKJW, dan alhamdulillah disepakati solusi parkir di Gereja Ijen. Semua berjalan dengan saling pengertian,” tambahnya.
Melalui agenda “Sapa Gereja” ini, Pemerintah Kota Malang dan Polresta Malang Kota kembali menegaskan komitmen bersama dalam menjaga sinergi, soliditas, dan kerukunan lintas iman, demi terwujudnya Kota Malang yang aman, harmonis, dan humanis. (Junaedi)











