Portal Jateng

​Proyek Lapak Kuliner Rp1,5 Miliar di Menara Teratai Purwokerto Mangkrak Jadi Sarang Debu

Portal Indonesia
×

​Proyek Lapak Kuliner Rp1,5 Miliar di Menara Teratai Purwokerto Mangkrak Jadi Sarang Debu

Sebarkan artikel ini
Puluhan ruko mini/lapak mangkrak di sisi Utara kawasan Menara Teratai Jalan Bung Karno Purwokerto (Portal Indonesia/Tris'n)

PURWOKERTO  — Niat hati ingin mempercantik kawasan Menara Pandang Teratai di Jalan Bung Karno, Purwokerto, apa daya proyek lapak kuliner ini malah berakhir jadi ‘bangkai’.

Puluhan ruko mini yang menelan anggaran APBD hingga Rp1,5 miliar kini terbengkalai, melompong, dan berdebu tanpa penghuni.

Pantauan di lokasi pada Kamis (24/9/2026), pemandangan mengenaskan terlihat di sepanjang trotoar sisi timur Jalan Bung Karno.

Sekitar 40 unit lapak berukuran 214 cm x 266 cm tampak kumuh dan tak terawat. Padahal, bangunan ini baru rampung dikerjakan pada akhir 2024 lalu.

Tak hanya sepi pembeli, sejumlah pintu besi lapak terpantau sudah mulai rusak. Dapur mini yang harusnya dipakai buat masak malah dipenuhi kotoran. Sisa-sisa barang bekas pedagang juga dibiarkan berserakan di mana-mana.

Para pedagang mengaku enggan berjualan di tempat tersebut karena lokasinya yang dianggap sepi dan tidak strategis. Alih-alih bertahan di dalam ruko, pedagang memilih angkat kaki dan balik lagi berjualan di pinggir trotoar.

Proyek Ambisius Berakhir Amburadul

Usut punya usut, bangunan ini digagas pada masa Pj Bupati Banyumas Hanung Cahyo Saputro lewat program bertajuk Banyumas Street Food. Proyek di bawah naungan DPU Banyumas ini awalnya digadang-gadang bakal menampung pedagang dari empat paguyuban, salah satunya Paguyuban Kranji.

Namun alih-alih jadi pusat kuliner hits, proyek bernilai fantastis ini justru tak jelas nasib operasionalnya.

Asset DPU Banyumas

Pemandangan mangkraknya ruko ini makin bikin elus dada setelah para pejabat terkait malah terkesan saling lempar tanggung jawab.

Saat dikonfirmasi wartawan mengenai carut-marut fasilitas tersebut, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Banyumas, Gatot Purwadi, enggan bicara banyak dan memilih cuci tangan.

Baca Juga:
KAI Daop 5 Tutup 184 Perlintasan Liar

​”Itu asetnya DPU Banyumas, coba njenengan konfirmasi saja ke sana,” seloroh Gatot singkat.

Sementara itu dari pihak dinas teknis, Kepala Bidang Bangunan Gedung DPU Banyumas, Kiki Nofisnu, S.T., juga masih bungkam

Hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum mau memberikan penjelasan sedikit pun soal alasan di balik mangkraknya proyek uang rakyat senilai Rp1,5 miliar tersebut. (trs)