Portal Jatim

Pangdivif 2 Kostrad Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Pasuruan, Akses Pelajar SMKN 1 Gempol Kini Lebih Mudah

Redaksi
×

Pangdivif 2 Kostrad Resmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Pasuruan, Akses Pelajar SMKN 1 Gempol Kini Lebih Mudah

Sebarkan artikel ini

PASURUAN  – TNI Angkatan Darat kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur. Kali ini, Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 2 Kostrad, Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, S.Sos., M.Si., meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Selasa (3/11/2026).

Pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi atas terputusnya akses penghubung antara Dusun Kepulungan 1 dan Dusun Bentas akibat kerusakan jembatan lama yang terdampak banjir bandang.

Dalam peresmian itu, Pangdivif 2 Kostrad didampingi Komandan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/JP/2 Kostrad, Letkol Czi Amito Surya Mutiara, S.I.P., M.I.P.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat, unsur Forkopimda, organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam, kepala desa se-Kecamatan Gempol, perwakilan sekolah, serta Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Pasuruan.

Mayjen Primadi menjelaskan, pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih merupakan bagian dari program pemerintah yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto dan melibatkan jajaran TNI untuk membantu mengatasi kesulitan infrastruktur yang dihadapi masyarakat.

“Hari ini kami telah menyelesaikan jembatan penghubung Garuda Merah Putih, di mana ini adalah program dari Bapak Presiden yang menyuruh kepada seluruh jajaran TNI untuk membantu masyarakat sekelilingnya agar bisa menyeberang dengan kondisi yang layak,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting untuk membuka kembali akses transportasi warga yang sebelumnya terhambat akibat rusaknya jembatan lama.

Dampak paling nyata dirasakan anak-anak sekolah, khususnya siswa yang hendak menuju SMKN 1 Gempol. Sebelum jembatan dibangun, mereka harus menempuh jalur memutar atau menyeberangi sungai yang berisiko, terutama ketika debit air meningkat saat hujan.

“Tentu ini sangat berguna sekali terutama bagi anak-anak sekolah, yang mana sebelumnya tidak ada jembatan karena terputus. Sebelumnya mereka harus memutar jauh atau menyeberangi sungai yang ini cukup berbahaya, apalagi saat banjir tiba. Di sinilah pentingnya kita hadir untuk masyarakat,” jelas Pangdivif 2 Kostrad.

Baca Juga:
PELATARAN Tetap Berjalan di Bulan Ramadan, Kantah Kota Pasuruan Jamin Layanan Pertanahan Tanpa Hambatan

Jembatan yang memiliki panjang 12 meter dan lebar sekitar 3–4 meter tersebut dibangun oleh prajurit teknis Yonzipur 10/JP/2 Kostrad. Pengerjaan fisiknya berlangsung selama 60 hari kalender.

Mayjen Primadi berharap masyarakat dapat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.

“Apabila ada program lagi kepada kita, kita akan melanjutkan kepada desa atau wilayah lain yang membutuhkan akses jembatan. Untuk itu mari kita jaga dan rawat jembatan ini dengan baik, gunakan sesuai kapasitasnya, agar tidak cepat rusak,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pasuruan M. Shobih Asrori menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas pembangunan infrastruktur yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menilai jembatan tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan dan perekonomian masyarakat setempat.

“Kami Pemerintah Kabupaten Pasuruan sangat berterima kasih kepada TNI dan Polri atas bantuan Jembatan Garuda di Kabupaten Pasuruan. Tentu program ini sangat membantu masyarakat dalam beraktivitas, terutama bagi anak-anak sekolah,” kata Gus Shobih.

Ia berharap program pembangunan infrastruktur yang melibatkan TNI dapat terus dilanjutkan di wilayah lain yang masih membutuhkan akses penghubung.

Gus Shobih juga mengingatkan kembali program ABRI Masuk Desa (AMD) pada era 1980-an yang kemudian berkembang menjadi Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) dengan berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

“Dengan hadirnya jembatan ini, yang pasti mempermudah mobilitas dan aktivitas harian warga Dusun Kepulungan-Bentas dan sekitarnya. Lalu mempercepat distribusi hasil usaha, serta membangkitkan roda perekonomian lokal. Kemudian ini (jembatan) memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak kita yang melintas menuju sekolah,” pungkasnya.

Peresmian Diakhiri dengan Penyaluran Bantuan

Sebelum jembatan resmi dibuka untuk masyarakat, Pangdivif 2 Kostrad bersama Wakil Bupati Pasuruan terlebih dahulu menandatangani prasasti sebagai penanda selesainya pembangunan.

Baca Juga:
Digugat Sengketa Lahan KDMP, Pemdes Rejoso Lor dan Kecamatan Siap Hadapi Sidang Lanjutan

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang menandai Jembatan Garuda Merah Putih telah dapat dimanfaatkan oleh warga.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, TNI juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada puluhan siswa SMKN 1 Gempol serta paket sembako bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.