KOTA MALANG – Menghadapi kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran di kawasan permukiman dan lahan terbuka, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengikuti Sholat Istisqa untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan tersebut digelar setelah pelaksanaan Sholat Subuh Keliling (Suling) di Masjid Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jalan Tumenggung Suryo, kawasan Rampal, Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.
Sholat Istisqa ini diikuti Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, jajaran pejabat utama Polresta Malang Kota, jamaah Sholat Subuh Keliling, serta jamaah pengajian Pondok Beras.
Selain menjadi ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap dampak musim kemarau, terutama ancaman kekeringan dan kebakaran.
Kombes Pol. Danang Setiyo Pambudi mengatakan, doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar agar Allah SWT segera menurunkan hujan sehingga ketersediaan air dan kondisi lingkungan kembali membaik.
“Melalui Sholat Istisqa ini, kami bersama masyarakat memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Di tengah musim kemarau panjang, kita perlu memperkuat doa sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama,” ujar Danang.
Ia menegaskan, upaya menghadapi kemarau tidak cukup hanya melalui doa, tetapi juga harus disertai langkah nyata untuk mencegah kebakaran. Kondisi lahan dan vegetasi yang mengering membuat api berpotensi cepat membesar apabila masyarakat tidak berhati-hati.
Karena itu, Danang mengimbau warga agar tidak membakar sampah, ranting, maupun semak belukar, khususnya di lahan yang berdekatan dengan rumah dan kawasan permukiman.
Masyarakat juga diminta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Jangan membakar sampah atau membersihkan lahan dengan cara dibakar selama kondisi kering. Api kecil sekalipun dapat merambat ketika tertiup angin dan membahayakan rumah maupun lingkungan sekitar. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Selain mengantisipasi kebakaran lahan, Kapolresta mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kondisi rumah sebelum bepergian. Kompor dan instalasi gas harus dipastikan aman, sementara peralatan listrik beserta sambungannya perlu diperiksa guna mencegah korsleting.
Warga juga diminta menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera melapor apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurut Danang, penanganan sejak dini sangat penting agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Pelaksanaan Sholat Istisqa setelah Sholat Subuh Keliling ini sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi dampak musim kemarau.
Danang berharap, doa bersama tersebut menjadi ikhtiar untuk memohon rahmat Allah SWT dan turunnya hujan, sekaligus mengingatkan masyarakat agar semakin peduli terhadap keselamatan lingkungan.
“Harapan kita, hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik. Sambil berdoa, mari kita menjaga lingkungan, menghindari aktivitas yang memicu kebakaran, dan saling mengingatkan demi keselamatan masyarakat Kota Malang,” pungkasnya. (Junaedi)











