PONOROGO – Jalanan Kabupaten Ponorogo akan lebih ketat diawasi dalam dua pekan ke depan. Sebanyak 278 personel gabungan dari unsur kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah resmi dikerahkan dalam Operasi Patuh Semeru 2026 yang berlangsung mulai Senin (26/10/2026) hingga Minggu (8/11/2026).
Apel siaga yang digelar di Mapolres Ponorogo menandai dimulainya operasi ini di bawah komando Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa. Fokus utamanya bukan sekadar menilang, melainkan membangun kesadaran keselamatan berkendara di tengah masyarakat.
Kasatlantas Polres Ponorogo, AKP Tri Ardha Meidiansyah, merinci ada delapan poin utama yang menjadi sorotan petugas di lapangan. Mulai dari kebiasaan sepele yang berbahaya seperti memainkan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, hingga pelanggaran kasatmata seperti tidak mengenakan helm SNI dan sabuk pengaman (mobil).
“Kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis seperti knalpot tidak sesuai ketentuan dan truk over dimension over loading (ODOL) juga tak luput dari penertiban,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Damus Asa menjelaskan bahwa komposisi operasi dibagi menjadi 20 persen preemtif, 50 persen preventif, dan 30 persen represif.
“Porsi terbesar dari operasi ini ditekankan pada aspek pencegahan dan edukasi,” jlentrehnya.
Meskipun pencegahan diutamakan, penegakan hukum yang tegas tetap diberlakukan. Petugas di lapangan siap menindak pelanggar melalui sistem tilang elektronik (ETLE) maupun tilang manual secara selektif dan terukur.
“Dengan langkah terpadu ini, warga Ponorogo diharapkan dapat lebih disiplin berlalu lintas, sehingga angka kecelakaan jalan raya dapat ditekan seminimal mungkin. Keselamatan tentu tetap menjadi nomor satu di jalan raya,” pungkasnya. (*)











