JAKARTA – Upaya memberantas peredaran narkoba di Kampung Bahari, Jakarta Utara, tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum. Polda Metro Jaya kini mendorong pendekatan yang lebih menyeluruh dengan membenahi kawasan permukiman sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) serta PT Kereta Api Indonesia (KAI). Penataan kawasan diharapkan menjadi bagian dari upaya mengatasi persoalan sosial dan ekonomi yang selama ini menjadi tantangan di Kampung Bahari.
Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto mengatakan, pihaknya terus melakukan pembahasan secara intensif untuk merumuskan langkah konkret dalam memperbaiki kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Menurutnya, penataan permukiman harus dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pendekatan humanis serta memperhatikan kepentingan warga.
“Penataan kawasan hunian warga harus dengan cara humanis, bertahap dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Dadang menegaskan, mengubah kawasan yang selama ini mendapat stigma negatif sebagai kampung narkoba tidak cukup hanya mengandalkan tindakan kepolisian. Berbagai persoalan mendasar, mulai dari kondisi tempat tinggal hingga keberlangsungan mata pencaharian warga, juga harus menjadi perhatian.
“Selain harus menata rumah (tempat tinggal), kita juga harus memikirkan keberlangsungan ekonominya (mata pencaharian). Negara harus hadir bersama memfasilitasi hal tersebut,” tegasnya.
Ia menilai, pemberantasan narkoba membutuhkan penanganan hingga ke akar persoalan. Karena itu, pembenahan lingkungan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kondisi ekonomi warga.
Polda Metro Jaya juga mendorong agar masyarakat setempat mendapatkan kesempatan lebih luas untuk mengembangkan kegiatan produktif sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan tidak kembali terjerumus dalam persoalan peredaran maupun penyalahgunaan narkoba.
Selain penataan kawasan, Kapolda mengingatkan seluruh personel kepolisian agar terus hadir di tengah masyarakat dan melakukan pendampingan secara berkelanjutan.
Ia meminta jajarannya membangun komunikasi secara berkala, mendengarkan keluhan warga, serta memahami secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Kampung Bahari.
“Terus lakukan pendekatan secara berkala ke warga, dengar dan layani masyarakat dengan sepenuh hati. Saya yakin jika akar masalah dapat dipecahkan disertai solusi yang tepat, impian kita merubah Kampung Bahari dan tekad kita memberantas peredaran narkoba di kampung tersebut akan terwujud,” pungkas Kapolda Metro Jaya.
Melalui kolaborasi lintas instansi tersebut, penataan Kampung Bahari diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik permukiman, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang lebih layak, produktif, dan terbebas dari peredaran narkoba.
(Junaedi)











