PASURUAN – DPD Partai Golkar Kota Pasuruan mulai memantapkan langkah menghadapi Pemilu 2029. Melalui Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Kafe dan Resto Valencia, Jumat (30/10/2026), partai berlambang pohon beringin itu memasang target peningkatan perolehan kursi DPRD dari sembilan menjadi 11 kursi.
Rakerda tersebut mengusung tema “Tingkatkan Konsolidasi untuk Kemenangan Pemilu 2029 demi Kesejahteraan Masyarakat Kota Pasuruan”. Agenda ini menjadi forum konsolidasi sekaligus penyusunan strategi organisasi untuk menghadapi kontestasi politik mendatang.
Kegiatan diikuti jajaran pengurus DPD, pimpinan kecamatan (Pimcam), pimpinan kelurahan (Pimkel), hingga kader di tingkat akar rumput.
Hadir pula Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufti, bersama rombongan. Turut hadir Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Timur yang juga Wali Kota Pasuruan, Dr. H. Adi Wibowo.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan, Mochamad Toyib, mengatakan Rakerda menjadi momentum untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen seluruh kader. Menurutnya, keberadaan partai harus berorientasi pada kepentingan masyarakat, bukan semata-mata mengejar kemenangan elektoral.
Ia menyebut target 11 kursi DPRD Kota Pasuruan pada Pemilu 2029 merupakan peningkatan dua kursi dibandingkan hasil pemilu sebelumnya yang memperoleh sembilan kursi.
Toyib menilai capaian tersebut menjadi modal sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran partai untuk meningkatkan kerja organisasi dan memperluas pengabdian kepada masyarakat.
“Rakerda ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi, memperkuat struktur organisasi, dan menyusun program kerja yang menyentuh langsung kepentingan warga Kota Pasuruan. Target 11 kursi adalah pelecut semangat bagi seluruh kader untuk bekerja lebih keras lagi,” tegas Toyib.
Dalam Rakerda tersebut, sejumlah agenda strategis turut dibahas. Pertama, meningkatkan kerja politik kerakyatan dengan mendorong anggota legislatif dan calon anggota legislatif lebih aktif turun ke masyarakat serta memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan ekonomi.
Kedua, memperkuat struktur organisasi dan kaderisasi hingga tingkat RT/RW. Golkar juga berupaya memperluas keterlibatan pemilih muda, khususnya kalangan milenial dan Generasi Z.
Ketiga, melakukan pemetaan daerah pemilihan (dapil) secara lebih terukur guna mengidentifikasi potensi perolehan suara dan kursi di setiap wilayah Kota Pasuruan.
Toyib menegaskan, kemenangan dalam pemilu tidak boleh hanya dimaknai sebagai keberhasilan memperoleh suara dan kursi legislatif. Lebih dari itu, kemenangan merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui perjuangan kepentingan masyarakat.
Ia menyebut kepercayaan yang selama ini diberikan masyarakat kepada Golkar Kota Pasuruan merupakan hasil kerja bersama seluruh pengurus, kader, dan simpatisan. Karena itu, capaian tersebut harus dijaga dan ditingkatkan.
“Konsolidasi harus memperkuat organisasi, maka kualitas kader menuju kemenangan Pemilu harus direncanakan secara realistis, terukur dan disiplin. Sedangkan kesejahteraan masyarakat harus menjadi tujuan setiap kerja politik,” ujarnya.
Menurut Toyib, upaya menjaga kepercayaan masyarakat tidak cukup dilakukan menjelang pemilu. Kehadiran kader dan kontribusi partai harus menjadi bagian dari aktivitas sosial yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan.
Ia juga meminta seluruh struktur organisasi, termasuk pengurus di tingkat paling bawah, menjaga komunikasi dengan masyarakat. Kader diharapkan mampu menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan program pemerintah agar dapat berjalan tepat sasaran.
Dalam kesempatan itu, Toyib menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan kader Golkar Kota Pasuruan serta jajaran DPD Partai Golkar Jawa Timur atas dukungan, arahan, dan pendampingan selama ini.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para tokoh senior dan Dewan Pertimbangan Partai Golkar yang terus memberikan nasihat serta bimbingan dalam menjaga nilai perjuangan dan tradisi pengabdian partai.
“Pengalaman para senior merupakan sumber pembelajaran, sementara semangat kader muda adalah energi untuk melanjutkan perjuangan,” ungkapnya.
Rangkaian Rakerda juga diisi dengan pelantikan empat pimpinan kecamatan (Pimcam), yakni Bugul Kidul, Purworejo, Panggungrejo, dan Gadingrejo.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bendera panji pataka serta surat keputusan oleh Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan kepada jajaran pengurus yang dilantik.
Melalui Rakerda ini, Golkar Kota Pasuruan menegaskan fokus konsolidasi organisasi dan penguatan kerja politik kerakyatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pemilu 2029. Target penambahan dua kursi DPRD menjadi salah satu sasaran yang akan diperjuangkan melalui kerja seluruh struktur partai. (Eko)











