YOGYAKARTA – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Mahasiswa UGM di kawasan Simpang Empat Gramedia Yogyakarta pada Selasa (1/9) sore hingga malam hari, berakhir dengan aman, tertib, dan kondusif. Massa secara resmi membubarkan diri pada pukul 22.15 WIB.
Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan, SIK menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan penyampaian pendapat di muka umum tersebut berjalan dengan lancar berkat pelayanan humanis yang diterapkan oleh jajaran personel Polri di lapangan dibantu jaga warga dan ormas, serta didukung oleh kedewasaan warga sekitar lokasi.
Terkait dinamika di lapangan, pihak kepolisian menyampaikan bahwa sempat terjadi kesalahpahaman antara massa aksi dengan warga sekitar akibat dampak penutupan jalan di titik tersebut dan aksi dilakukan sampai malam hari, hingga sempat memicu keributan kecil yang dengan cepat berhasil dikendalikan oleh kesigapan personel kepolisian di lokasi.
Kompol Ihsan mengakui dalam aksi tersebut terdapat sejumlah korban luka ringan akibat terjatuh di tengah situasi saling dorong saat keributan antara warga dan massa terjadi. Korban tersebut telah langsung mendapatkan penanganan medis secara cepat dan dievakuasi secara mandiri menggunakan unit ambulans dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ke Rumah Sakit Panti Rapih dan malamnya juga telah kembali ke rumah masing-masing.
Selain korban dari peserta aksi juga terdapat beberapa personel Polresta Jogyakarta yang terkena semprotan diduga cairan merica dan langsung diberikan penanganan awal di ambulance.
Pihak kepolisian sangat mengapresiasi kesigapan tim medis yang berada di lokasi.
“Kami sangat mengapresiasi semua pihak yang telah bersama-sama menjaga kepala dingin dan ketertiban selama aksi berlangsung. Fokus utama kami dalam pengamanan ini adalah memberikan pelayanan secara humanis guna memastikan hak menyampaikan pendapat di muka umum tetap terpenuhi, sekaligus cepat tanggap dalam memediasi dinamika sosial serta berkoordinasi dengan tim medis di lapangan,” ujar Kabidhumas dalam keterangan resminya.
Pihak kepolisian juga mengonfirmasi bahwa situasi pasca-aksi sepenuhnya aman dan terkendali. Arus lalu lintas di sekitar Simpang Empat Gramedia yang sempat dialihkan kini telah kembali normal sepenuhnya dan dapat dilalui oleh masyarakat dengan lancar.
Sebagai langkah antisipasi guna menjamin rasa aman masyarakat Yogyakarta pada malam hari, Polda dan Polres jajaran menggelar kegiatan patroli rutin di berbagai titik strategis pasca-pembubaran massa. Patroli ini difokuskan untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif.
“Mengingat waktu yang sudah larut malam, kami juga mengimbau dan mengajak rekan-rekan serta adik-adik mahasiswa untuk langsung kembali ke kediaman atau kos masing-masing dengan tertib. Mohon utamakan keselamatan selama di perjalanan. Mari bersama-sama kita jaga ketenangan dan kondusivitas malam hari ini di Yogyakarta,” tutup kabid humas.
Aksi unjuk rasa oleh Mahasiswa Jogja di Simpang Empat Gramedia menyuarakan tuntutan perubahan kepemimpinan pemerintah serta evaluasi berbagai kebijakan nasional. Dalam tuntutan ini mereka menuntut evaluasi dan perubahan kepemimpinan pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mereka juga menuntut terjadinya reformasi total pada institusi Polri serta pengesahan regulasi penting seperti RUU terkait.
Mereka juga mendesak evaluasi tata kelola kehutanan, penyelesaian krisis agraria, serta penghentian tindakan militerisme di ruang sipil.
Selain itu, mereka meminta adanya perbaikan pelayanan publik serta persoalan pendidikan nasional yang kini dinilai kacau balau. (Brd).











