BANYUMAS – Komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional kembali dirasakan Kabupaten Banyumas. Pada 2026, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak mengalokasikan anggaran sekitar Rp219 miliar untuk pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur sumber daya air di wilayah tersebut.
Dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu akan diwujudkan dalam 100 kegiatan yang mencakup pembangunan embung, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga pembangunan jaringan irigasi air tanah.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem irigasi, memperkuat produktivitas pertanian, sekaligus mendukung target ketahanan pangan nasional.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, mengatakan bantuan dari Kementerian PU melalui BBWS Serayu Opak menjadi salah satu bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air.
“Kementerian PU tahun 2026 melalui BBWS Serayu Opak telah mengintervensi pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Banyumas pada 100 kegiatan dengan nilai sekitar Rp219 miliar,” ujarnya.
Alokasi tersebut terdiri atas dua program utama, yakni Program Inpres Irigasi Desa (IID) dan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI).
Pada Program Inpres Irigasi Desa, pemerintah akan membangun tujuh embung sebagai penampung cadangan air untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian.
Selain itu, dilakukan rehabilitasi 25 jaringan irigasi primer dan sekunder, rehabilitasi enam jaringan irigasi tersier, serta pembangunan 14 jaringan irigasi air tanah (JIAT) melalui sumur dalam untuk memperluas cakupan layanan irigasi di kawasan yang membutuhkan.
Sementara melalui Program P3-TGAI, pemerintah akan merehabilitasi 48 jaringan irigasi tersier yang menjadi jalur distribusi air langsung menuju lahan pertanian masyarakat.
Perbaikan jaringan ini diharapkan meningkatkan efisiensi pengairan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Banyumas.
Alokasi Anggaran Meningkat Tajam
Besaran anggaran yang diterima Banyumas pada 2026 meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya.
Pada 2025, Kementerian PU melalui BBWS Serayu Opak mengalokasikan sekitar Rp133 miliar untuk 167 kegiatan pengelolaan sumber daya air.
Program tersebut meliputi pembangunan empat embung dan satu kolam retensi, rehabilitasi enam jaringan irigasi primer dan sekunder, rehabilitasi 18 jaringan irigasi tersier, pembangunan tiga jaringan irigasi air tanah (JIAT), serta pelaksanaan Program P3-TGAI di sejumlah daerah irigasi.
Meski jumlah kegiatan pada 2026 lebih sedikit, peningkatan nilai anggaran menunjukkan pembangunan yang diarahkan pada proyek-proyek dengan skala lebih besar dan nilai investasi yang lebih tinggi sehingga diharapkan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Kresnawan optimistis pembangunan tersebut akan memperkuat keandalan sistem pengairan di Banyumas, meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian, serta mendorong peningkatan produktivitas hasil panen.
Pemkab Banyumas Terus Jemput Dukungan APBN
Di tengah keterbatasan kapasitas fiskal daerah, Pemerintah Kabupaten Banyumas terus mengoptimalkan peluang pendanaan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi untuk mempercepat pembangunan.
Menurut Kresnawan, Bupati Banyumas telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar lebih proaktif menjalin komunikasi dan menyusun berbagai usulan program yang dapat dibiayai melalui skema pendanaan di luar APBD.
“Dengan kondisi keterbatasan anggaran saat ini, instruksi dari Pak Bupati agar seluruh OPD bisa kreatif dalam mencari berbagai skema bantuan pendanaan, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” katanya.
Sejalan dengan arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas bersama Bupati terus membangun komunikasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Serayu Opak, serta DPR RI untuk mengawal berbagai usulan pembangunan agar memperoleh dukungan melalui APBN.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat pembangunan infrastruktur strategis tanpa bergantung sepenuhnya pada kemampuan APBD.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Banyumas diharapkan memiliki sistem irigasi yang semakin andal, produktivitas pertanian yang meningkat, serta ketahanan pangan yang semakin kuat demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. (trs)











