SIDOARJO – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) di Yayasan Pondok Pesantren (YPP) Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan yang dilakukan BNNP Jawa Timur untuk memastikan penyelenggaraan layanan rehabilitasi sosial berjalan sesuai standar sekaligus memperkuat tata kelola organisasi lembaga rehabilitasi.
Dalam pelaksanaannya, tim BNNP Jatim meninjau berbagai aspek penyelenggaraan layanan. Pemeriksaan meliputi administrasi kelembagaan, kelengkapan dokumen, tata kelola organisasi, pelaksanaan program rehabilitasi sosial, pendampingan terhadap klien, hingga kesiapan sarana dan prasarana pendukung.
Selain melakukan peninjauan, tim juga berdialog dengan pimpinan, direktur, dan jajaran staf YPP Al Kholiqi. Diskusi tersebut membahas pelaksanaan program rehabilitasi serta memberikan sejumlah masukan sebagai bahan penyempurnaan tata kelola organisasi dan peningkatan mutu layanan.
Direktur YPP Al Kholiqi Rehabilitasi Sosial Pecandu Narkoba, Sayyid Abdullah, S.H.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan BNNP Jawa Timur.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BNNP Jawa Timur atas pelaksanaan monitoring dan evaluasi ini. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melakukan evaluasi terhadap administrasi, tata kelola organisasi, dan pelaksanaan program rehabilitasi. Berbagai masukan yang diberikan akan kami tindak lanjuti sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan agar semakin baik dan sesuai dengan standar yang berlaku,” ujar Sayyid Abdullah.
Ia menegaskan, YPP Al Kholiqi berkomitmen melakukan pembenahan secara berkelanjutan, baik pada aspek administrasi maupun penguatan tata kelola organisasi, agar pelayanan kepada para klien semakin optimal.
“Kami percaya bahwa peningkatan kualitas layanan harus dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, kami akan terus memperkuat tata kelola lembaga, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta menjaga sinergi dengan BNNP Jawa Timur agar layanan rehabilitasi yang kami berikan semakin profesional dan memberikan manfaat bagi para klien,” katanya.
Menurutnya, monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting dalam memastikan lembaga rehabilitasi mampu memberikan pelayanan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada proses pemulihan penyalahguna maupun pecandu narkoba.











